Gresik (beritajatim.com)- Aksi balap liar yang meresahkan warga saat bulan Ramadan berhasil dibubarkan oleh Sat Samapta Polres Gresik. Dalam operasi tersebut, lima pemuda dan empat sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi berhasil diamankan petugas.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (7/3) dini hari menjelang waktu sahur. Lokasinya berada di wilayah Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Penindakan dilakukan setelah polisi menerima aduan masyarakat melalui layanan darurat 110 terkait adanya aktivitas balap liar yang sering terjadi di kawasan tersebut.
Kasat Samapta Polres Gresik, AKP Satriyono, mengatakan laporan warga langsung ditindaklanjuti oleh anggota Raimas Kalammunyeng yang segera menuju lokasi.
“Anggota Raimas Kalammunyeng Sat Samapta Polres Gresik langsung bergerak menuju lokasi yang dilaporkan,” katanya.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati sejumlah pemuda yang diduga tengah bersiap melakukan aksi balap liar di jalan umum. Mengetahui kedatangan polisi, beberapa di antaranya langsung melarikan diri kocar-kacir.
Menurut Satriyono, aktivitas tersebut sangat meresahkan masyarakat, terutama saat bulan Ramadan ketika warga sedang beristirahat atau bersiap sahur.
“Kegiatan tersebut tentunya sangat meresahkan masyarakat serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya,” ungkap AKP Satryono.
Petugas kemudian melakukan penertiban dan berhasil mengamankan lima pemuda yang berada di lokasi. Selain itu, empat sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi standar turut diamankan sebagai barang bukti.
Selanjutnya, para pemuda tersebut dibawa ke Polres Gresik untuk diberikan pembinaan, imbauan kamtibmas, serta tindakan sesuai prosedur yang berlaku.
Satriyono menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan selama bulan Ramadhan.
Pihak kepolisian juga mengimbau para pemuda agar tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya para pemuda, untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan selama bulan Ramadhan,” pungkasnya. [dny/aje]






