Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menggoda Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim saat sambutan dalam acara Pelantikan Oengurus DPD II Kabupaten/Kota se-Jatim di JX International Surabaya, Minggu (15/2/2026).
“Pak Wagub (Emil Elestianto Dardak) sudah mulai goyang ini. Kalau Pak Wagub merasa hati sudah sedikit nyaman, nggak apa-apa juga pindah (Golkar). Partai Hanura, NasDem, Gerindra, Demokrat sahabat kita semua,” kata Bahlil.
“Kepergian kader Partai Polkar ke sana, itu bukan pindah partai, tapi hanya hijrah sebentar. Kalau rindu ke Golkar, come on silakan. Golkar adalah kakak tertua. Kalau adik-adik sudah tidak nyaman, abang-abang siap memeluk kalian dengan kuat,” lanjut Bahlil saat sambutannya dan membuat Emil tertawa.
Bahlil bahkan mengaku optimistis berdasarkan ilmu langitannya dari Papua. “Menurut penerawangan saya, kalau kita kerja Gotong royong, kita bisa akan menambah kursi DPRD kabupaten/kota, provinsi dan DPR RI. Kepengurusan di Jatim yang ada adalah infanteri-infanteri terbaik memenangkan Pemilu 2029,” tegasnya.
“Apa yang harus kita takuti, harus fight rebut Pemilu 2029. Kalau banyak pengurus DPD II di Jatim yang jadi anggota DPRD di Jatim. Jatim ini penuh dengan sejarah. Mengapa saya datang ke Jatim? Siapa yang bisa menguasai Jatim, dia akan bisa menguasai Indonesia,” ujarnya.
“Surabaya adalah Kota Pahlawan. Partai Golkar tidak dilahirkan segelintir elit, tapi dilahirkan menjawab persoalan bangsa saat itu pada 1955-1960. Ini karena ada kelompok yang ingin mengganti ideologi dengan komunis. Akhirnya ada 97 organisasi yang bergabung, ada wartawan, bidan, dokter, nelayan, petani, ulama, kelompok Kristen dan lainnya yang melahirkan sekber. Sekber ini melahirkan Golkar. Yang lahir dari kandungan rakyat adalah Partai Golkar,” tambahnya.
Bahlil menegaskan, Golkar ini bukan milik siapa-siapa, tapi milik rakyat, dengan doktrin karya-kekaryaan. “Golkar harus kita jadikan rumah aspirasi bersama dan aset bangsa. Pelantikan kali ini merupakan konsolidasi partai,” pungkasnya. [tok/suf]






