Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Adhoc Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro masih disibukkan dengan verifikasi faktual (Verfak) berkas dukungan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati jalur non partai politik yang akan maju Pilkada 2024.
Verifikasi faktual itu dilakukan oleh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Verfak dilakukan untuk memvalidasi dukungan benar-benar diberikan oleh warga yang identitas kependudukannya disetor ke KPU beberapa waktu lalu.
Bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati (Bacabup-Bacawabup) jalur independen, Nurul Azizah-Nafik Sahal itu sebelumnya menyetorkan syarat dukungan sebesar 75.777 dukungan yang tersebar di 28 kecamatan. Syarat dukungan itu lah yang sekarang dilakukan Verfak oleh PPK dan PPS.
Seperti yang dilakukan PPS Desa Sekar, Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro. Verfak tersebut dilakukan PPS Desa Sekar dengan dua metode. Meliputi mengunjungi sekelompok orang yang telah berkumpul di satu tempat dan mengunjungi perorangan dari rumah ke rumah.
Seperti yang dilakukan petugas di desa berjarak sekitar 45 kilometer dari perkotaan Bojonegoro ini, petugas PPS verfak dengan metode mengunjungi sekolompok orang dilakukan di salah satu rumah warga setempat.
“Total, ada 12 orang yang menjalani verfak di rumah ini,” ujar Ketua PPS Desa Sekar Sutrisno, Senin (1/7/2024).
Sutrisno menambahkan, masing-masing KTP yang tercatut sebagai pendukung Nurul Azizah-Nafik Sahal yang lolos verifikasi administrasi (vermin) oleh KPU Bojonegoro beberapa hari kemarin kemudian divalidasi.
“Untuk itu, validasi dukungan melalui verfak ini diperlukan. Apakah betul mereka mendukung atau KTP-nya hanya tercatut saja,” tambahnya.
Dia meneruskan, verfak dengan metode mengunjungi sekelompok orang di satu tempat ini diperbolehkan regulasi dan lebih efisien. Sembari itu, verfak perorangan tetap juga dijalankan. Sebab, tak semua warga bisa ikut berkumpul.
“Ada warga sasaran verfak yang tak bisa ikut berkumpul karena keperluan lain. Itu kami lakukan verfak mandiri, kami kunjungi rumahnya langsung,” jelasnya.
Radi, salah satu warga yang menjalani verfak metode berkelompok oleh PPS Desa Sekar mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan ini. Dia dan rekan-rekan yang tercatat mendukung Nurul Azizah-Nafik Sahal, tak keberatan.
“Verfak bersama-sama ini lebih enak. Ada temannya. Kalau sendirian, tidak enak. Ada rasa tegang,” tutur Radi
Terpisah, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sekar Totok Hadi Suprapto mengemukakan, berdasar hasil vermin KPU Bojonegoro, ada 2.641 warga Kecamatan Sekar yang KTP-nya tercatat mendukung Nurul Azizah-Nafik Sahal.
“Dari 2.641 orang itu, 1.224 orang telah selesai menjalani verfak. Yang memenuhi syarat atau yang nyata mendukung 1.131 orang,” ungkapnya.
Sementara, lanjut Prapto sapaannya, yang dalam verfak dinyatakan tidak memenuhi syarat karena mengaku KTP-nya hanya tercatut sebagai pendukung Nurul Azizah-Nafik Sahal atau berubah dukungan ada sebanyak 93 orang.
“Kami akan terus mengawal verfak yang dilakukan PPS-PPS di tingkat desa ini agar lancar sampai berakhir,” tandasnya.
Untuk diketahui, verfak KTP dukungan Nurul Azizah-Nafik Sahal untuk Pilkada Bojonegoro 2024 ini dilakukan seluruh PPS Desa se-Kabupaten Bojonegoro mulai Jumat (21/6/2024). Total tak kurang dari 83.000 KTP dukungan untuk Nurul Azizah-Nafik Sahal yang akan divalidasi kebenarannya. [lus/ian]






