Blitar (beritajatim.com) – Duka menyelimuti keluarga di Kelurahan Babatan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Sepasang ayah dan anak dari keluarga tersebut menjadi korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Banyuwangi.
Keduanya adalah Mujiono dan Muhammad Aris Setiawan. Bapak dan anak tersebut tercatat sebagai penumbang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada Kamis (3/7/2025) kemarin.
Jenazah Muhammad Aris Setiawan pun telah ditemukan dan dibawa pulang ke Blitar untuk dimakamkan. Sementara ayahnya, Mujiono, hingga kini belum ditemukan.
“Mereka bekerja bersama, bapak sopir sementara adik saya kernetnya, sampai saat ini bapak belum ditemukan, mohon doanya,” ucap Agus, anak dan kakak korban KMP Tunu Pratama Jaya, Rabu (9/7/2025).
Bapak dan anak tersebut rencananya akan pergi ke Bali untuk mengantar pesanan keramik. Keduanya menaiki truk yang juga ikut tenggelam bersama KMP Tunu Pratama Jaya.
Pihak keluarga pun tidak menyangka bapak dan anak tersebut ikut menjadi korban tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya. Pasalnya sebelum berangkat tak ada firasat atau prasangka apapun terkait musibah tersebut.
“Adik saya sudah dimakamkan tadi malam pukul 12 malam sampai di Blitar usai ditemukan,” imbuhnya.
Pihak keluarga sendiri mengetahui Mujiono dan Muhammad Aris Setiawan menjadi korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya usai diberitahu oleh saudara yang ada di Banyuwangi. Kabar duka itu pun membuat syok seluruh anggota keluarga.
“Kami hanya berharap bapak bisa segera ditemukan dan dimakamkan secara layak di Blitar,” sedihnya.
Kini pihak keluarga hanya bisa menunggu informasi dari Basarnas soal pencarian Mujiono. Pihak keluarga berharap jasad Mujiono bisa segera ditemukan. [owi/beq]






