Surabaya (beritajatim.com)- Kebiasaan memanaskan makanan sisa memang sering dilakukan untuk menghindari pemborosan. Cara ini praktis, tetapi tidak semua makanan aman dipanaskan kembali. Secara medis, pemanasan berulang dapat mengubah kandungan alami dalam makanan, merusak nutrisi penting, hingga memicu pertumbuhan bakteri berbahaya yang sulit hilang meski terkena panas.
Bagi anda yang terbiasa menyimpan sisa makanan untuk dikonsumsi keesokan hari, penting memahami jenis makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan ulang. Hal ini perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko keracunan makanan maupun gangguan kesehatan lainnya.
Makanan Bersantan
Hidangan bersantan memang lezat, tetapi tidak dianjurkan dipanaskan berulang kali. Santan mengandung lemak tinggi yang dapat berubah jika terus terkena panas. Perubahan ini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti perut kembung hingga memperparah gejala asam lambung atau GERD. Selain itu, pemanasan berulang juga membuat kandungan vitamin dan mineral dalam santan berkurang, sehingga nilai gizinya tidak lagi optimal.
Sayur Berdaun Hijau
Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kol memiliki kandungan nitrat alami. Saat dipanaskan kembali, nitrat dapat berubah menjadi nitrit, yang berpotensi membentuk senyawa nitrosamin. Senyawa ini dikenal berisiko bagi kesehatan jika terus masuk ke dalam tubuh dalam jangka panjang. Selain itu, pemanasan berulang juga membuat tekstur sayur menjadi lembek dan mengurangi kandungan antioksidan yang bermanfaat.
Nasi
Nasi termasuk makanan yang berisiko jika tidak disimpan dengan benar. Beras dapat mengandung spora bakteri Bacillus cereus yang tahan panas. Jika nasi matang dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan lalu dipanaskan kembali, bakteri tersebut dapat berkembang dan menghasilkan racun penyebab mual serta diare. Racun ini bisa tetap ada meski nasi sudah dipanaskan hingga panas, sehingga disarankan untuk memanaskan nasi tidak lebih dari satu kali.
Telur
Telur rebus maupun goreng juga tidak dianjurkan dipanaskan berulang kali. Pemanasan berulang dapat mengubah struktur protein di dalam telur sehingga lebih sulit dicerna. Selain itu, tekstur telur bisa menjadi lebih keras dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Kondisi ini membuat kualitas telur menurun dan kurang baik untuk dikonsumsi kembali.
Tips Mengelola Sisa Makanan dengan Aman
Untuk menjaga kualitas makanan, sebaiknya segera simpan makanan ke dalam kulkas jika tidak habis dalam waktu dua jam setelah dimasak. Saat ingin mengonsumsinya kembali, panaskan hingga benar-benar panas merata agar bakteri dapat berkurang. Namun, sebaiknya hanya memanaskan makanan secukupnya sesuai porsi yang akan dimakan agar kualitas nutrisi tetap terjaga. [Meychel Salsabyla]






