Sejak itu hingga 2024, tercatat ada sepuluh nama calon presiden dan tiga belas nama calon wakil presiden. Munculnya nama yang sama, bahkan lebih dari dua kali, sejak 2004 menunjukkan adanya problem dalam sistem demokrasi kita.
Penulis: Oryza A. Wirawan
Ganjarian Spartan Teriorital Jawa Timur, kelompok relawan pendukung Ganjar Pranowo, meminta kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri untuk mencopot keanggotaan Joko Widodo, di tengah perayaan hari ulang tahun ke-51 partai, Rabu (10/1/2024).
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menargetkan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi daerah kemenangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.
Seorang wanita pelipat kertas suara di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tertimpa kotak suara, Selasa (9/1/2024). Sempat dirawat di ambulans, dia akhirnya pulang untuk beristirahat.
Hujan deras diiringi angin yang mengguyur Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin (8/1/2024) siang hingga sore menyebabkan sedikitnya lima pohon tumbang menimpa mobil, empat batang di antaranya di sekitar Universitas Jember.
Prihatin melihat tim Pogres yang mewakili Kabupaten Pacitan dalam kompetisi sepak bola Piala Soeratin U13 Jawa Timur di Kabupaten Jember tak punya cukup dana, Kris Hendrijanto, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, bersedia menampung selama turnamen berlangsung.
Jember (beritajatim.com) – Keterbatasan dana tak menghalangi klub sepak bola asal Kabupaten Pacitan, Pogres (Persatuan Olahraga Generasi Sirnoboyo), untuk melaju…
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra dan Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Kawendra Lukistian, menilai calon presiden Prabowo Subianto tampil mengesankan dalam debat kandidat putaran ketiga, di Jakarta, Minggu (7/1/2024) malam.
Selalu ada diksi dan kosakata baru yang jarang terdengar dalam setiap debat kandidat presiden dan wakil presiden yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum RI di Jakarta.
“Indonesia Absence No More, Respected Forever,” kata Anies memungkasi pernyataan penutupnya sembari menyilangkan tangan di dada. Ini mengingatkan slogan pada debat putaran pertama yang berbunyi ‘Wakanda No More, Indonesia Forever’.









