Jember (beritajatim.com) – Keterbatasan dana tak menghalangi klub sepak bola asal Kabupaten Pacitan, Pogres (Persatuan Olahraga Generasi Sirnoboyo), untuk melaju dalam babak penyisihan Grup E Piala Soeratin U13 Jawa Timur, di Kabupaten Jember, 6 – 8 Desember 2024.
Pogres berhasil menduduki posisi runner up Grup E di bawah Persebaya Surabaya. Mereka dihajar 0-8 oleh Persebaya dalam pertandingan pertama di Lapangan Brigif 509, Sabtu (6/1/2024). Anak-anak asuhan Manajer Aris Wahyudi dan Pelatih Firza Vandika ini kemudian bangkit mengalahkan Surya Muda Kota Probolinggo 2-0, Minggu (7/1/2024).
Dalam pertandingan terakhir, Senin (8/1/2024), mereka menekuk Bafa Kota Batu 3-1. “Kami tidak mengira bisa lolos ke Babak 18 Besar dan bisa menang atas wakil Batu dan Probolinggo,” kata Aris.
Dari sisi teknis, Aris tak terlalu khawatir. Namun mereka sempat mengalami kesulitan non teknis berupa minimnya dana untuk memberangkatkan tim yang terdiri atas 19 pemain dan enam ofisial ini ke Jember.
“Kami ini sebenarnya kaget dapat jadwal bermain di Jember yang harus ditempuh selama 14 jam perjalanan darat dari Pacitan. Tapi semangat anak-anak dan wali atlet membawa kami bisa ke Jember,” kata Aris.
Keterbatasan dana ini sempat dibahas dengan Asosiasi Kabupaten PSSI Pacitan. Askab memang tidak memberikan dana. Namun ternyata sebelum berangkat, tim Pogres diberi dana sekadarnya untuk membantu biaya transportasi. “Dana untuk makan dan lainnya dari wali atlet,” kata Aris.
Perjuangan Pogres ini mendapat perhatian dari sejumlah kalangan. Tokoh-tokoh masyarakat, pengusaha, dan beberapa calon legislator memberikan dukungan dana. Jumlahnya tidak terlalu besar. Namun akhirnya mereka bisa berangkat ke Jember dengan naik mobil Elf dan mobil pribadi. Selama di Jember mereka ditampung warga asal Pacitan yang jadi dosen Universitas Jember Kris Hendrijanto.
Lolos ke Babak 18 Besar membuat Pogres harus memperpanjang masa tinggal di Jember. “Kalau melihat jadwalnya, kami masih di Jember. Tapi mungkin lapangannya dipindah,” kata Aris.
Mau tak mau Aris harus putar otak untuk cari biaya tambahan. “Kami harus cari sponsor. Di sini ada orang-orang Pacitan seperti Mas Kris yang siap mencari dana. Wali atlet di Pacitan juga sudah mengontak dan siap membantu dana. Artinya tetap kami upayakan sendiri,” katanya.
Tidak ada bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Pacitan. “APBD Pacitan dialokasikan untuk klub Liga 3 Perspa yang juga lolos ke Babak 28 Besar Jatim. Fokusnya ke situ,” kata Aris. [wir]






