Antoni, Kepala Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang membubarkan acara senam emak-emak pendukung pasangan calon Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, Jumat (4/10/2024) lalu, terancam sanksi pidana.
Penulis: Oryza A. Wirawan
Hendy Siswanto, calon bupati petahana nomor urut 2, tak kapok untuk rutin menunaikan salat subuh berjemaah keliling Kabupaten Jember, Jawa Timur, setiap hari, kendati sempat dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu oleh kubu pasangan Muhammad Fawait-Djoko Susanto.
“Kami selama hampir dua tahun sudah berkeliling setiap hari untuk salat subuh berjemaah di seluruh Kabupaten Jember. Saya mandi jam tiga pagi untuk kemudian menunaikan salat subuh berjemaah di masjid-masjid secara bergantian setiap hari,” kata Hendy Siswanto.
Kedatangan Hendy Siswanto, calon bupati nomor urut 1, ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk menjalani klarifikasi laporan dugaan pelanggaran pemilu, Kamis (10/10/2024), mendatangkan rezeki bagi Bu Ainun, warga Kecamatan Sumbersari.
Gara-gara mengikuti salat subuh berjemaah di Masjid Baiturrahman, Kecamatan Kaliwates, Hendy Siswanto, calon bupati nomor urut 1, dilaporkan Tim Advokasi Rumah Cinta yang merupakan bagian dari kubu pasangan calon nomor urut 2, Muhammad Fawait dan Djoko Susanto, ke Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Partai Persatuan Pembangunan menerapkan filosofi kedisplinan salat berjemaah agar kader dan pengurus mematuhi keputusan organisasi untuk memenangi pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini.
Pimpinan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, masa jabatan 2024-2029 mengucapkan sumpah janji dalam sidang paripurna di gedung parlemen yang dihadiri 44 orang wakil rakyat, Rabu (9/10/2024). Selain itu Alat Kelengkapan Dewan resmi ditetapkan, sehingga parlemen bisa bekerja.
Saya sering curiga: seorang steward pertandingan sepak bola sesungguhnya tidak suka sepak bola. Bayangkan: mana ada penggemar sepak bola yang betah diminta berdiri menghadap dan mengawasi penonton di tribun selama pertandingan berlangsung. Mereka bisa melihat penonton bersorak-sorai merayakan gol tanpa mereka sendiri tahu prosesnya atau diperkenankan ikut merayakannya.
Alhamdulillah. Itulah kata pertama yang terlontar dari bibir Sumiyati, guru SD Negeri Pakis 01 Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (8/10/2024). Bersama tujuh orang guru lainnya, dia kini bisa mengikuti tes penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) setelah sempat tertolak karena kesalahan sistem (error).
Anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, miris dengan banyaknya kasus perceraian di kota tersebut. Pekerjaan sebagai pekerja rumah tangga menjadi opsi populer di kalangan janda ini.









