“Saya pikir model transportasi pendistribusian dengan kereta bisa jadi alternatif. Saya pikir Pertamina dan pemerintah daerah harus memikirkan ke depan bagaimana antisipasi jika terjadi hal yang sama seperti saatini dan mencari alternatif cara pendistribusiannya,”
Penulis: Oryza A. Wirawan
Polisi menangkap delapan orang terduga penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (29/7/2025) malam.
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo membuktikan ancamannya untuk memburu penimbun bahan bakar minyak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timut, sepulang dari Jakarta, Rabu (30/7/2025) sore.
Abdul Muqit Arif, Wakil Bupati Jember, Jawa Timur, periode 2016-2021, mengapresiasi langkah Pertamina bersama pemerintah dalam mengatasi krisis bahan bakar minyak. Dia minta agar ada tindakan terhadap orang-orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan menimbun BBM.
Antrean sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai normal, Rabu (30/7/2025). Tidak terlihat antrean panjang.
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengirimkan pesan video untuk warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan penimbun bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan bahasa Madura, Rabu (30/7/2025).
Saat sepak bola Jerman disoroti dunia karena sejumlah capaian, Bayern Munchen berada di garda terdepan. Saat tim nasional Jerman menjadi juara dunia, Bayern tiga kali menembus Liga Champions selama enam tahun terakhir, meraih gelar juara kelima, dan merevolusi cara mereka bermain.
Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang membuat antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum sejak Sabtu (26/7/2025) hingga Selasa (29/7/2025), menghadirkan banyak serba-serbi mulai dari pengantre pingsan, berkelahi, hingga tidur di dekat antrean.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menuai pujian warganet, saat mengunjungi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember dan Bondowoso dan meminta maaf kepada warga sekaligus memberikan penjelasan soal terjadinya krisis BBM, Senin (28/7/2025) malam.
Siapakah Paolo Sollier? Alih-alih dikenal karena kepiawaiannya menggocek bola di lapangan hijau, Sollier lebih dikenal sebagai pemain sepak bola Italia pemeluk Marxisme yang teguh pada era 1970-an. Terbit pada 1976, Kicks, Spits, & Headers: The Autobiographical Reflections of an Accidental Footballer mendokumentasikan dua tahun yang dijalaninya sebagai pesepakbola yang tidak sengaja.









