Jember (beritajatim.com) – Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang membuat antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum sejak Sabtu (26/7/2025) hingga Selasa (29/7/2025), menghadirkan banyak serba-serbi mulai dari pengantre pingsan, berkelahi, hingga tidur di dekat antrean.
Seorang perempuan pingsan saat mengantre BBM di SPBU dekat Pasar Tegalbesar, Jalan Letjen Basuki Rahmat, Selasa (29/7/2025). Dia langsung mendapat pertolongan dari petugas Palang Merah Indonesia. “Beliau tidak sendiri, namun bersama orangtuanya,” kata Wachid Budhi Santoso, petugas PMI yang berjaga di sana.
Korban dievakuasi ke tempat teduh. “Setelah korban sadar, kami evakuasi ke dalam ambulan agar pasien beristirahat sembari menurunkan suhu tubuh,” kata Wachid.
PMI Jember menyiagakan 12 personel di sejumlah SPBU, sejak Selasa (29/7/2025). “Kami bersiaga di sana untuk membantu bila ada pengantre yang mengalami kedaruratan seperti pingsan dan kehausan,” kata Edy Wicaksono, Ketua Bidang Komunikasi dan Kerja Sama PMI Jember.
Sementara itu viral video perkelahian yang terjadi di antara sesama pengantre di SPBU Pecoro. Namun perkelahian itu segera dilerai oleh warga lainnya.
Sukardi, warga warga Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, lebih nekat lagi. Dia memilih tidur di SPBU Mayang setelah sempat mengantre namun kehabisan. “Kebetulan bensin saya habis total,” katanya.
Sukardi tidak mau meninggalkan barisan di SPBU agar bisa mendapat giliran pertama. “Kalau pulang nanti antreannya didului orang, Rugi,” katanya.
Muhammad Iqbal, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, memilih ikut mengantre di SPBU Baratan yang berjarak enam kilometer dari rumahnya. Sebenarnya dia masih punya stok BBM. “Tapi saya ingin tahu rasanya mengantre,” katanya, saat menunggu di jalan depan kantor Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan, Selasa (29/7/2025).
Dengan mengantre begitu, Iqbal merasakan susahnya mahasiswanya, Arba Bradjamanastha Asmoro, yang harus bersepeda 17 kilometer berangkat dari rumah ke kampus untuk mengurus administrasi ujian skripsi.
Arba sempat antre sejak pukul 20.30 WIB hingga dini hari, Senin (28/7/2025), di SPBU dekat Pasar Tegalbesar, Jalan Letjen Basuki Rahmat. Harapannya hancur dalam jarak sepuluh baris dari mesin pengisi BBM, stok sudah dinyatakan habis.
Perasaan Arba campur aduk. Marah. Kecewa. Namun dia sadar: tak elok menumpahkan amarah kepada petugas SPBU yang juga lelah.
Arba pulang dengan BBM yang menipis. Sial. Lima kilometer dari rumahnya di Jalan Cadika, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, sepeda motornya mogok. Beruntung dia bersama sahabatnya dari kecil, M. Arul, yang membantu untuk mendorong sepeda motor itu hingga rumah.
86 Mobil Tangki Pertamina Meluncur ke Jember
Pertamina menambah mobil tangki ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, hingga 86 unit yang membawa bahan bakar minyak dari terminal terdekat. Ini bagian dari upaya Pertamina untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Jember setelah penutupan sementara jalan nasional di jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, 24 Juli 2025.
Pertamina melaksanakan alih suplai dari Banyuwangi ke Pertamina Instalasi Surabaya Group dan Fuel Terminal Malang untuk menghindari jebakan macet mobil tangki di Pelabuhan Ketapang.
“Pertamina juga telah melaksanakan koordinasi dengan Satlantas dan Polres setempat untuk prioritas kendaraan pengangkutan BBM dan LPG.” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi.
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah melaksanakan rapat koordinasi dengan pemerintah dan DPRD Kabupaten Bondowoso. Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Fathur Rozi menyampaikan apresiasi atas percepatan yang telah dilakukan Pertamina Patra Niaga.
“Penutupan Jalur Gumitir berimbas kepada keterlambatan distribusi BBM di beberapa area terdampak, termasuk Bondowoso. Hari ini kita sudah melaksanakan koordinasi bersama dan harapannya agar hal ini disikapi positif, masyarakat kami himbau agar tetap tenang, BBM di Bondowoso insyaallah aman,” katanya. [wir]






