Sebanyak 18 titik tanggul jebol teridentifikasi di sepanjang aliran Sungai Sono dan Keyang, menjadi penyebab utama banjir besar di Ponorogo pada Senin (16/12/2024) lalu.
Penulis: Endra Dwiono
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ponorogo melakukan evakuasi terhadap warga Ponorogo yang meninggal dunia tercebur sumur. Peristiwa itu terjadi di Desa Tegalombo.
Karang Taruna Kridho Manunggal di Dukuh Krajan, Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo menggelar pelatihan Nonjok dan Mladen.
Namun dua dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) bersama PKK Ponorogo masih beroperasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo memastikan hampir seluruh titik banjir yang melanda pada Senin (16/12) telah surut.
Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) menggelar operasi pasar bersubsidi.
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Ponorogo memaksa BNPB mengambil langkah inovatif untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Sejak semalam beberapa wilayah di Kabupaten Ponorogo dilanda banjir. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur (Jatim), Adhy Karyono pun langsung meluncur
Achir Bagus Dwi Ardhianto (12) dan Imam Suhada (53), merupakan 2 warga Desa Jabung Kecamatan Mlarak yang meninggal dunia, karena terseret arus banjir yang melanda lingkungannya
Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo kembali membawa duka. Dua warga Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, ditemukan tewas setelah terseret arus banjir









