Ponorogo (Beritajatim.com) – Banjir di Ponorogo telah surut dan para pengungsi di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo kembali ke rumah masing-masing.
Namun dua dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) bersama PKK Ponorogo masih beroperasi. Ribuan nasi bungkus tetap diproduksi untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Supriadi, Kepala Dinsos PPPA Ponorogo menyatakan bahwa dapur umum ini masih berfungsi untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat terdampak banjir. Setiap harinya, makanan siap santap didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga secara door to door dalam tiga sesi, yakni pagi, siang, dan malam.
“Kami masih mendistribusikan makanan langsung ke masyarakat terdampak banjir hingga mereka benar-benar bisa mandiri,” kata Supriadi, Selasa (17/12/2024).
Supriadi menjelaskan bahwa kebutuhan pangan masih menjadi perhatian utama karena banyak warga kehilangan stok bahan makanan. Beras sebagai kebutuhan pokok sebagian besar warga diketahui ikut terendam banjir.
Selain itu, banyak warga yang belum sempat memasak karena masih fokus membersihkan rumah dari lumpur yang terbawa banjir. “Kami memastikan kebutuhan makanan tetap terpenuhi. Ada yang berasnya terendam, ada juga yang belum bisa memasak karena sibuk membersihkan rumah,” katanya.
Dalam satu sesi, dua dapur umum tersebut memproduksi hingga 4.000 nasi bungkus. Keberadaan dapur umum ini akan terus berlanjut hingga masyarakat terdampak dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri.
Lebih lanjut, Supriadi menuturkan bahwa pihaknya akan mengajukan bantuan beras ke pemerintah provinsi sebagai langkah lanjutan.
“Kami berupaya agar distribusi beras dapat segera dilakukan ke warga terdampak. Kami juga membuka peluang donasi dari para donatur. Namun, kami berharap bantuan yang diberikan dapat dikoordinasikan melalui Dinsos PPPA agar pendistribusiannya merata dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Menurut Supriadi, koordinasi bantuan ini penting untuk menghindari adanya warga yang terlewat dari pendistribusian atau justru menerima bantuan secara berlebihan. Pihaknya siap mengarahkan distribusi ke lokasi-lokasi yang benar-benar membutuhkan. [end/suf]






