Rumah gaya Jawa di Sukorejo, Ponorogo, terbakar hebat akibat obat nyamuk bakar. Kerugian ditaksir Rp500 juta, Damkar imbau warga lebih waspada
Penulis: Endra Dwiono
Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 4,6 menggoyang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (12/7/2025) sekitar pukul 10.25 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) bergerak merespons meluasnya hama wereng
Para petani padi di Ponorogo terus dirundung cemas. Serangan hama wereng yang meluas dan cepat menyebar membuat puluhan hektare sawah rusak, bahkan tak sedikit yang terancam gagal panen total. Di tengah situasi ini, para petani berharap pemerintah daerah, terutama Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo segera hadir memberikan solusi konkret.
Fenomena memprihatinkan kembali terjadi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Ponorogo. Dari total 56 SMP Negeri (SMPN) yang ada, hanya 11 sekolah yang mampu memenuhi pagu siswa.
Puluhan petak sawah di Ponorogo rusak parah akibat serangan wereng. Banyak petani memilih pasrah karena biaya perawatan lebih tinggi dari potensi panen.
Nasib nahas dialami Sri Indriyastuti (69), warga Dusun Bulu, Desa Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Saat hendak pulang dari masjid, ia tertabrak truk bernomor polisi AD 8797 VM yang dikemudikan Nanang Bartim Nano K (29), warga Dusun Krajan, Desa Ngadirejan.
Patung Sukowati setinggi 15 meter yang berdiri di tengah Taman Sukowati, Kelurahan Keniten, menjadi perhatian serius DPRD Ponorogo. Tak sekadar bangunan
Ponorogo wajibkan ASN pakai Surjan saat event Ponorogo Rikolo Semono. Upaya ini dorong pelestarian budaya sekaligus gerakkan ekonomi lokal.
Ribuan ikan nila mati mendadak di Telaga Ngebel Ponorogo, peternak alami kerugian puluhan juta rupiah diduga akibat belerang naik ke permukaan.








