Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) bergerak cepat merespons meluasnya serangan hama wereng yang mengancam produktivitas petani. Sebanyak 300 liter pestisida didistribusikan ke sejumlah kecamatan yang terdampak serangan hama kecil berwarna cokelat itu.
Distribusi pestisida ini merupakan bagian dari langkah darurat pemerintah untuk mengendalikan penyebaran wereng yang dalam beberapa pekan terakhir terus meluas. Berdasarkan data terbaru Dispertahankan Ponorogo, total lahan terdampak mencapai 89,79 hektare. Jumlah tersebut melonjak hampir 4 kali lipat dibanding akhir Juni lalu yang hanya 27 hektare.
“Pertumbuhan wereng meningkat, ya karena cuaca yang tidak menentu, kadang panas terik lalu tiba-tiba hujan. Itu kondisi ideal bagi wereng untuk berkembang,” kata Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dispertahankan Ponorogo, Suwarni, ditulis Jumat (11/7/2025).
Serangan wereng terpantau di 9 kecamatan, mulai dari Kauman, Ponorogo, Babadan, Badegan, Sukorejo, Jambon, Siman, Jenangan hingga Sambit. Selain penyemprotan mandiri oleh petani, Dispertahankan juga menerjunkan petugas lapangan untuk memberikan edukasi teknis penyemprotan yang efektif.
“Kami minta petani jangan hanya menyemprot bagian atas tanaman, karena hama wereng lebih banyak bersembunyi di pangkal batang padi,” ungkap Suwarni.
Meski serangan ini cukup meluas, Dispertahankan Ponorogo memastikan stok pangan daerah masih dalam batas aman. Hal itu dikarenakan luas tanam padi di Ponorogo per musim mencapai 30 ribu hektare.
Langkah distribusi pestisida ini, diharapkan bisa menekan perluasan serangan wereng dan meminimalkan potensi gagal panen. Dipertahankan Ponorogo juga mengimbau petani untuk terus berkoordinasi dengan petugas penyuluh dan tidak ragu melaporkan bila muncul gejala hama baru.
“Kami sudah lakukan sosialisasi ke petani. Kalau ada gejala awal, jangan ditunda penanganannya. Wereng bisa cepat mati kalau segera kena pestisida,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, serangan hama wereng yang meluas dan cepat menyebar membuat puluhan hektare sawah di Ponorogi rusak. Bahkan tak sedikit yang terancam gagal panen total. Di tengah situasi ini, para petani berharap pemerintah daerah, terutama Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo segera hadir memberikan solusi konkret.
Ahmad Subekhi, petani asal Kelurahan Mangunsuman menyebut serangan hama coklat kecil ini sebagai kejadian luar biasa yang belum pernah Ia alami dalam skala sebesar ini. Subekhi panggilan akrabnya berharap pemerintah tak tinggal diam dan segera mendistribusikan bantuan pestisida secara merata ke wilayah terdampak. Sebab menurutnya, serangan ini tak hanya terjadi di wilayah Bangunsari, tetapi juga menyerang sawah lain di sentra padi Ponorogo.
“Jangan datang hanya saat panen raya saja, saat ini petani butuh pendampingan untuk mengatasi hama wereng. Bagaimana kebijakannya, karena ini menyangkut stok pangan nasional,” kata Subekhi. (end/but)






