Kasus penganiayaan di Politeknik Pelayaran Surabaya yang menewaskan taruna muda M. Rio (19) semakin menemui titik terang.
Penulis: Anggadia Muhammad
Usai memeriksa 13 saksi dalam kasus dugaan penganiayaan taruna muda Politeknik Pelayaran Surabaya, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya masih menahan 2 orang
Kasus kekerasan di lembaga pendidikan kembali terjadi. M. Rio Ferdinand (19) taruna muda yang menempuh pendidikan di Politeknik Pelayaran Surabaya meninggal
Gegara mencuri handphone milik penjaga pos kamling di Jalan Dukuh Menanggal pada Rabu, (11/01/2023) malam. Dua Warga Surabaya Masuk Penjara
Usai melakukan pembongkaran makam M. Rio Ferdinand di Mojokerto, Tim Forensik Polda Jatim dan Inafis Polrestabes Surabaya langsung melakukan otopsi
Polrestabes Surabaya akan menerjunkan 624 personel guna melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2023 pada Selasa, 7 Februari 2023, besok.
MR (19) korban penganiayaan diduga oleh seniornya di Politeknik Pelayaran Surabaya, Gunung Anyar, ternyata masih menjalani pendidikan di tahun pertama.
Seorang mahasiswa sebuah politeknik di Surabaya ditemukan meninggal dunia di kampusnya pada Senin dini hari (6/2/2023). Dia diduga menjadi korban kekerasan.
Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 3 bocah berumur 8 tahun dilaporkan ke polres Mojokerto karena memerkosa bocah berusia 6 tahun secara…
Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Unit Reskrim Polsek Sawahan bergerak cepat untuk menyelidiki dan memburu pelaku pengeroyokan Ramadhani (28) warga asal…







