Surabaya (beritajatim.com) – Usai memeriksa 13 saksi dalam kasus dugaan penganiayaan taruna muda Politeknik Pelayaran Surabaya, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya masih menahan 2 orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara, 11 orang lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasihumas Polrestabes Surabaya, Kompol M Fakih. Dihubungi beritajatim lewat panggilan ponselnya, Fakih mengatakan jika saat ini Unit Resmob Polrestabes Surabaya masih meminta keterangan secara mendalam terhadap dua saksi kasus yang penganiayaan di Politeknik Pelayaran Surabaya dan menewaskan M. Rio Ferdinand.
“Iya mas, dua orang masih belum boleh kembali karena kami butuh keterangan lebih dalam,” ujarnya, Selasa (07/02/2023) malam.
Disinggung apakah kedua orang yang masih dalam proses dimintai keterangan tersebut adalah tersangka utama, Fakih menjelaskan jika saat ini pihak Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya masih mendalami kemungkinan-kemungkinan yang ada.
“Mohon bersabar. Biarkan petugas melakukan penyelidikan. Pasti kami tangani dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,” imbuh Fakih.
[berita-terkait number=”3″ tag=”mahasiswa-poltekpel-meninggal”]
Sementara itu, Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Zainul Abidin saat ditanya terkait hasil ekshumasi terhadap jenazah korban, mantan Wakapolsek Rungkut tersebut menjelaskan jika pihaknya masih menunggu hasil dari laboratorium forensik Polda Jatim.
Perlu diketahui, M Rio Ferdinand ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Politeknik Pelayaran Surabaya, Minggu (05/02/2023) dinihari. Dari rekaman CCTV, tampak M Rio memasuki kamar mandi dengan berjalan sendirian. Kemudian, diduga sudah ada 2-3 orang yang sudah menunggu di kamar mandi untuk melakukan penganiayaan kepada taruna muda yang baru menempuh pendidikan selama 5 bulan tersebut hingga tewas. Tak lama berselang, Rio kamera CCTV merekam 3 orang yang diduga senior Rio sedang mendiskusikan sesuatu. Berselang beberapa menit, ketiga orang tersebut mengangkat tubuh Rio yang diduga sudah meninggal dunia. (ang/ted)






