Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 20 negara dijadwalkan akan mengikuti kejuaraan Tenis Junior Internasional ITF Widjojo ke-40, digelar pada tanggal 01 hingga 08 Oktober 2023 mendatang.
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, di Lapangan Tenis Kodam V/Brawijaya menyampaikan jika dengan ajang bergengsi di Indonesia ini bisa meningkatkan prestasi atlet dalam negeri di tingkat Internasional.
“Atlet Indonesia bisa maksimal memanfaatkan even ini untuk meningkatkan prestasi mereka,” ungkap Farid.
Baca Juga: Lamongan Digemparkan Penemuan Mayat Pria di Empang Sawah Solokuro
Lebih lanjut, Pangdam berharap para petenis muda Tanah Air bisa memanfaatkan even tersebut guna meningkatkan jam terbang masing-masing, apalagi lawan-lawan yang dihadapi juga berasal dari puluhan negara.
“Digelarnya even ini, maka atlet-atlet lokal bisa bersaing dengan atlet internasional, ini yang penting,” kata Farid seusai pembukaan ITF Widjojo Soejono.
ITF Widjojo Soejono yang diikuti sebanyak 525 atlet dari puluhan negara, yakni Australia, Selandia Baru, Inggris, Italia, Swiss, Romania, Jepang, Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Mongolia, Rusia, India, Amerika Serikat, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Indonesia.
Baca Juga: Suporter Siap Kelola Persibo Bojonegoro Jika Dikembalikan ke Klub Amatir
Terdapat empat kategori yang dipertandingankan, meliputi kelompok usia delapan tahun, kelompok usia 10 tahun, kelompok usia 12 tahun, kelompok usia 14 tahun, dan kelompok usia 16 tahun.
Sementara itu Ketua Umum Pengprov Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Jawa Timur Husien Latief menyebut pelaksanaan ITF Widjojo Soejono tetap mempertimbangkan kondisi cuaca yang ada di Kota Surabaya.
Ketika etika suhu udara lebih dari 40 derajat maka pertandingan dihentikan. Dia berharap kejuaraan tersebut bisa berjalan lancar.
“Suhu 41 derajat sudah berhenti sampai turun. Kami siapkan ambulance tetapi mudah-mudah tidak terjadi apa-apa,” ujarnya.
Baca Juga: Duka Berlarut dan Impunitas yang Tak Surut dalam Tragedi Kanjuruhan Malang
Husein optimistis ITF Widjojo Soejono mampu memunculkan bintang-bintang potensial yang mampu membawa harum nama tenis Indonesia harus di mata dunia.
“Tentunya sebagai orang Jawa Timur mengharapkan ada atlet Jawa Timur muncul di sini, tetapi turnamen ini juga diikuti seluruh daerah dan tentunya saya berharap muncul atlet dari luar Jawa Timur juga bisa muncul,” katanya.
Sementara, cucu almarhum Jendral TNI (Purn) Widjojo Soejono Roy Pandhu Soejono mengatakan pihak keluarga berkomitmen terus melanjutkan cita-cita almarhum terhadap perkembangan dunia tenis.
Baca Juga: Demo Buruh Depan Grahadi Surabaya Nyaris Ricuh dengan Pengguna Jalan
“Komitmen kami siap mendukung selalu, ini amanah. ITF sampai digelar ke-40 kali juga berkat dukungan pengurus PELTI,” ucapnya.
Selain tenis, Roy menyebut gelaran ITF Widjojo Soejono juga menjadi sarana meningkatkan sektor perekonomian masyarakat.
“Penyelenggaraan ini juga membangkitkan sektor-sektor tertentu untuk mendapatkan penghasilan.
Kami selalu berkomitmen melanjutkan, semangat dan pengembangan atlet sejak dini,” tuturnya. (way/ian)






