Gresik (beritajatim.com) – Kurangi timbulan sampah plastik PT Tirta Investama (AQUA) bersama PT Khazanah Hijau Indonesia (Rekosistem) resmi menjalin kemitraan untuk mengelola 1.400 metrik ton sampah kemasan plastik di wilayah Gresik.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen kedua perusahaan dalam mendukung ekonomi sirkular dan menerapkan prinsip tanggung jawab produsen yang diperluas (Extended Producer Responsibility/EPR).
Kemitraan strategis ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan pemerintah daerah. Acara dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke fasilitas pemulihan material Reko Hub di Driyorejo untuk melihat langsung proses pengelolaan sampah plastik.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan dan Pemanfaatan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Mohamad Amin, mengapresiasi inisiatif kolaborasi ini. “Kemitraan AQUA dan Rekosistem ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta dan pemerintah dapat bekerja sama dalam mengatasi masalah sampah plastik,” ujarnya.
Melalui program ini, AQUA dan Rekosistem akan mengumpulkan dan mendaur ulang sampah kemasan plastik menjadi bahan baku baru. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di landfill, inisiatif ini juga berpotensi menghemat emisi karbon hingga 2,2 juta kilogram.
Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia, menegaskan bahwa komitmen AQUA terhadap keberlanjutan tidak hanya sebatas pada produk, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah. “Kami percaya bahwa setiap perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan. Melalui kolaborasi dengan Rekosistem, kami ingin berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” katanya.
AQUA telah lama menjalankan berbagai program untuk mengurangi dampak lingkungan, seperti program AQUA Peduli dan kampanye #BijakBerplastik. Dengan bermitra dengan Rekosistem, AQUA semakin dekat dengan tujuannya untuk mengumpulkan kemasan lebih banyak dari yang dihasilkan.
Rekosistem, sebagai perusahaan rintisan yang fokus pada teknologi bersih, menyediakan solusi komprehensif untuk pengelolaan sampah. Dengan sistem operasi pengelolaan limbah yang canggih, Rekosistem mampu mengubah limbah menjadi bahan baku daur ulang dan energi baru terbarukan.
“Kami sangat antusias dengan kolaborasi ini. Kemitraan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tandas Ernest C. Layman, CEO & Co-founder Rekosistem. [rea/ian]






