Jember (beritajatim.com) – Muhammad Sheva Yusuf (22), warga Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tersapu ombak saat duduk di atas karang Pantai Papuma, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026).
Selain dikenal sebagai mubaligh, korban aktif sebagai guru ngaji dan telah berada di Jember selama kurang lebih satu tahun.
Sheva tiba di Papuma bersama 12 orang kawannya, Jumat (27/3/2026) sore, dan berkemah. Sebelumnya, rombongan tersebut plesir ke kawasan Gunung Ijen.
Di Papuma, mereka masih sempat makan malam bersama dan kongko-kongko hingga pukul sepuluh malam.
Keesokan paginya mereka sempat berfoto bersama di depan tenda dengan latar batu karang. Setelah itu Sheva yang semula dalam.tenda mengajak kawan-kawannya bermain air di laut.
Fabe Satria Nagitara (21), rekan Sheva, sempat menampik ajakan itu. Akhirnya ada lima orang yang nenemani Sheva ke pantai.
Lalu sekitar pukul 06.45 mereka menuju area bawah Gunung Setinggil yang dikenal berombak besar.
Ada tanda larangan di sana. Namun mereka mengabaikannya. Fabe segera berlari untum mengingatkan. “Tapi mereka sudah lebih dulu masuk ke area itu,” katanya
Saat iru ombak terlihat tenang. Sheva duduk di batu karang dan berpose foto. Fabe yang merasa tidak enak langsung mengingatkan mereka.
Namun mendadak ombak besar menerjang. Sheva tersapu dan Fabe hanya melihat sendal kawannya itu.
Sheva berusaha berenang ke pantai. Namun ombak laut selatan kembali menghantamnya dan menyeretnya lebih jauh ke tengah laut.. “Setelah itu sudah tidak terlihat lagi,” kata Fabe
KBO Satpolairud Polres Jember Aiptu Agus Riyanto mengatakan, ada tiga orang yang sempat terseret ombak. “Dua berhasil selamat, dan satu orang hingga saat ini masih dalam pencarian,” katanya. [wir/beq]






