Blitar (beritajatim.com) – Assessment awal yang dilakukan oleh Tim Risk Assessment Mabes Polri menyatakan Stadion Soepriadi Kota Blitar layak untuk menggelar pertandingan Liga 1. Hal itu menjelaskan bahwa Stadion Soepriadi bisa digunakan untuk menjadi kandang Arema FC.
“Kalau temuan ya harus dilakukan perbaikan, tapi tadi saya lihat sepintas paparnya tadi sudah lumayan, ya cukup layak,” kata Kombes Pol Sultan Ginting, katim Risk Assessment Mabes Polri, Sabtu, 3 Agustus 2024.
Dalam tahap awal assessment ini, Tim Risk Assessment Mabes Polri memang masih hanya mendengarkan paparan dari LOC Arema soal Stadion Soepriadi Blitar.
Tim Risk Assessment Polri juga meminta sejumlah kelengkapan berkas terkait Stadion Soepriadi. Assessment Stadion Soepriadi Blitar ini pun akan digelar selama 3 hari ke depan.
“Saya belum bisa menyimpulkan ya. Tapi sekilas saya lihat dari paparan Panpel itu banyak perkembangan yang cukup berarti ya, jadi mungkin dari kondisi yang kita paparkan nanti akan seusai dengan lapangan,” imbuhnya.
Usia menerima pemaparan dari LOC Arema, Tim Rusk Assessment Polri akan langsung memeriksa kondisi Stadion Soepriadi Blitar. Nantinya jika masih ditemukan catatan maka panitia pelaksana wajib untuk melengkapi catatan tersebut.
“Kalau ada temuan ya harus dilakukan perbaikan. Kami disini selama 3 hari. Tadi sudah pembukaan pengecekan dokumen kemudian pemeriksaan lapangan, kemudian nanti sebelum penutupan itu ada diskusi diskusi,” pungkasnya. [owi/beq]






