Surabaya (beritajatim.com) – Asprov PSSI Jawa Timur berhasil mendapatkan penghargaan sebagai federasi provinsi terbaik dalam ajang PSSI Award 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu (28/3/2026) malam.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan sepak bola di Jawa Timur terus berkembang dengan konsisten dan berkelanjutan, mulai dari level akar rumput hingga kompetisi profesional.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa penghargaan ini tidak sekadar simbol, tetapi bentuk apresiasi terhadap kerja nyata yang dilakukan di daerah.
“Sepak bola tidak dibangun sendirian. Peran asosiasi provinsi sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Erick dalam acara yang digelar di Studio 6 Emtek tersebut.
Keberhasilan Asprov PSSI Jawa Timur ini tidak terlepas dari berbagai pencapaian penting yang mereka raih dalam beberapa aspek. Salah satunya adalah pengembangan pemain usia dini yang konsisten, di mana Jawa Timur telah menjadi salah satu provinsi yang berhasil melahirkan talenta-talenta sepak bola berbakat.
Selain itu, kompetisi lokal di wilayah ini juga berlangsung secara aktif dan terstruktur, memberikan tempat bagi pemain-pemain muda untuk berkembang.
Tidak hanya itu, kontribusi besar Jawa Timur terhadap pemain Timnas Indonesia menjadi salah satu indikator keberhasilan Asprov PSSI Jawa Timur.
Sinergi yang terjalin antara klub-klub sepak bola, pemerintah daerah, dan komunitas setempat turut memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan sepak bola di provinsi ini.
Jawa Timur sendiri sudah dikenal sebagai salah satu barometer sepak bola nasional. Tidak hanya memiliki banyak talenta berbakat, tetapi juga memiliki basis suporter yang sangat kuat dan loyal. Dengan dukungan tersebut, sepak bola Jawa Timur terus berkembang dan menunjukkan hasil yang positif.
Dalam acara PSSI Award 2026, Erick Thohir juga menekankan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh insan sepak bola Indonesia. “Panggung ini untuk semua pihak—pemain, wasit, asosiasi daerah, sponsor, hingga suporter—yang menjaga mimpi sepak bola Indonesia tetap hidup,” tambah Erick.
Sebanyak 17 kategori penghargaan diberikan dalam ajang ini, mencakup penghargaan untuk pemain terbaik, program pengembangan, hingga penghargaan untuk kontribusi di balik layar.
Penghargaan ini juga menjadi pesan kuat bahwa kemajuan sepak bola Indonesia sangat bergantung pada kekuatan daerah. Dengan fondasi yang solid di tingkat provinsi, harapan untuk membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi semakin terbuka lebar.
Keberhasilan Asprov PSSI Jawa Timur ini tentu menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan sepak bola Indonesia yang terus berusaha mencapai prestasi terbaik di kancah internasional. [way/suf]






