Surabaya (beritajatim.com) – Sejarah baru dalam ekosistem kewirausahaan Indonesia tercipta di Hotel Vasa, Surabaya, Sabtu (31/1). Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (ASPIN) resmi diluncurkan sebagai kekuatan baru yang dirancang untuk menjadi jembatan strategis antara pelaku usaha dan pemerintah.
Dipimpin oleh salah satu taipan paling berpengaruh di Indonesia, Hermanto Tanoko, ASPIN membawa misi besar: memutus sekat komunikasi antara pelaku UMKM, korporasi besar, dan pembuat kebijakan demi mewujudkan kemandirian ekonomi nasional.
Dalam arahannya pasca-peluncuran, Hermanto Tanoko menekankan bahwa hambatan terbesar bagi pengusaha lokal selama ini adalah minimnya kanal komunikasi yang efektif dengan regulator.
“Yang paling penting itu adalah komunikasi. Tujuan kami jelas, agar pemberdayaan UMKM bisa terus naik kelas. Jangan sampai ada hambatan birokrasi atau regulasi yang tidak selaras dengan realitas di lapangan,” tegas Hermanto kepada awak media.
Ia mengungkapkan bahwa pembentukan ASPIN didorong oleh keresahan para pengusaha yang merasa butuh wadah aspirasi yang netral. Hermanto memastikan ASPIN akan berdiri tegak secara profesional tanpa terkooptasi kepentingan politik tertentu.
Kritik Keras Dominasi Asing: “Jangan Cuma Jadi Market”
Satu poin tajam yang ditekankan Hermanto adalah fenomena dominasi merek asing di pasar domestik. Ia menyoroti ironi di mana banyak produk global sebenarnya diproduksi di Indonesia, menggunakan tenaga kerja lokal dan insinyur Indonesia, namun nilai tambahnya justru lari ke luar negeri melalui kepemilikan merek.
“Asing kalau cuma menjadikan kita pasar dan menjadikan kita ‘tukang jahit’ saja, ya buat apa? Nilai tambah terbesar itu ada pada kepemilikan merek (brand). Kita tidak boleh hanya kuat di sektor mie instan atau kopi saja. Sektor lain sangat luas, dan ASPIN akan lebih pro untuk pengusaha nasional,” ujar pria yang dikenal melalui gurita bisnis Tancorp tersebut.
Peresmian ASPIN mencerminkan antusiasme tinggi dunia usaha. Selain dihadiri ratusan tokoh secara luring, ribuan pengusaha dari sektor startup hingga manufaktur turut menyaksikan peluncuran ini melalui kanal daring.
Sebagai wujud kepedulian terhadap akar rumput ekonomi, ASPIN menawarkan skema keanggotaan yang unik:
* Keanggotaan UMKM Gratis: Memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk belajar, mendapatkan pembinaan, dan akses pengetahuan tanpa beban biaya.
* 24 Sektor Usaha: Menaungi bidang usaha yang luas, mulai dari teknologi, jasa, hingga industri kreatif.
* Visi 5 Tahun: Kepengurusan periode 2026-2031 akan fokus pada “Kolaborasi Strategis, Akselerasi Bisnis”.
Melalui ASPIN, para pengusaha tidak hanya mendapatkan forum berbagi pengetahuan, tetapi juga pengawalan agar suara mereka didengar oleh pembuat kebijakan. Dengan semangat kolaborasi, asosiasi ini diharapkan mampu melahirkan jutaan pengusaha baru yang berani mengibarkan merek lokal di kancah global.
“Kami ingin memastikan pengusaha dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri. ASPIN adalah wadah untuk menyatukan visi demi kemajuan ekonomi Indonesia yang lebih berdaulat,” tutup Hermanto.[rea]






