Banyuwangi (beritajatim.com) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang bersama kepolisian memperketat akses penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penumpang gelap dalam aktivitas penyeberangan lintas Jawa–Bali yang cenderung meningkat saat libur akhir tahun.
General Manager ASDP Ketapang, Ardhy Ekapaty, mengatakan pengetatan dilakukan dengan memastikan seluruh data manifest penumpang dan kendaraan sesuai dengan identitas sebenarnya. Ia menegaskan, ketidaksesuaian data menjadi alasan utama penumpang maupun kendaraan dilarang menyeberang.
“Apabila data pada manifest berbeda dengan data diri penumpang maka akan dilarang menyeberang. Kendaraan yang tidak sesuai akan diminta putar balik,” ujar Ardhy.
Dalam penerapan aturan tersebut, ASDP Ketapang mendapat dukungan penuh dari aparat kepolisian. Pengecekan data dilakukan dalam dua tahap, yakni di pintu gerbang pelabuhan dan di area depan dermaga sebelum penumpang serta kendaraan masuk ke kapal.
Menurut Ardhy, pengetatan ini bertujuan untuk meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan di lintas penyeberangan Jawa–Bali, khususnya saat volume penumpang meningkat signifikan selama periode Nataru. Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket hanya melalui aplikasi resmi ASDP dan tidak melalui calo.
“Kami imbau penumpang membeli tiket di aplikasi resmi. Jangan melalui calo agar data manifest sesuai dan tidak menimbulkan masalah saat pemeriksaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama membenarkan bahwa selama pengetatan diberlakukan, petugas menemukan sejumlah kendaraan dengan data manifest yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Akhirnya kendaraan kami minta putar balik. Kami minta pesan ulang dan membenahi datanya,” kata Rama Samtama.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat selama periode arus mudik dan balik Nataru guna memastikan kelancaran, keamanan, serta ketertiban penyeberangan di Pelabuhan Ketapang sebagai salah satu simpul transportasi vital Jawa–Bali. [alr/beq]






