Blitar (beritajatim.com) – Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, menengok Wali Kota Blitar, Santoso, usai menjadi korban perampokan dan penyekapan. Arteria melihat langsung kondisi Santoso dan sang istri Fetty Wulandari yang mengalami trauma.
Usai bertemu dengan Santoso, Arteria mengungkapkan kekecewaannya atas terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan ini. Dia menilai tidak seharusnya rumah dinas Walkot Blitar yang berjarak kurang dari 500 meter dari Kantor Polres Blitar menjadi sasaran perampokan.
“Saya sangat kecewa kenapa peristiwa ini, rumah Wali Kota Blitar ini berjarak 500 meter dari Polres tentunya bagi saya ini jadi satu catatan,” kata Arteri, Senin (12/12/2022).
Menurut Arteria, peristiwa perampokan ini tidak seharusnya terjadi. Lokasi rumah Dinas Wali Kota Blitar terbilang dekat dari Polres Blitar Kota, sehingga sudah seharusnya kediaman Wali Kota Blitar bisa diamankan dengan baik.
Meski demikian Arteria Dahlan, masih mempercayakan proses penyelidikan kasus perampokan ini kepada Satreskrim Polres Blitar Kota. Arteri meminta polisi untuk melakukan pengusutan kasus perampokan ini secara cepat dan lugas.
“Kami masih mempercayakan proses penyelidikan ini kepada Polres Blitar Kota, kami minta pengusutan kasus ini harus diselesaikan dengan cepat dan lugas” imbuhnya.
Arteri Dahlan mengungkapkan bahwa dari keterangan sejumlah saksi pelaku menggunakan dua mobil. Dimana mobil yang dikendarai olah para pelaku menggunakan plat merah serta sempat terekam CCTV.
Dengan barang bukti tersebut, Arteria Dahlan meminta agar polisi segera melakukan pengungkapan kasus perampokan di rumah Dinas Wali Kota Blitar, Santoso. Menurut Arteria seharusnya kasus ini bisa cepat diungkap karena sejumlah CCTV sempat merekam aksi para pelaku perampokan.
“Para pelaku menggunakan 2 mobil ber plat merah masak sulit untuk melakukan penangkapan, seharusnya kasus ini mudah diungkapkan karena terekam kamera CCTV” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wali-kota-blitar-dirampok”]
Arteria juga memperkirakan kasus perampokan rumah Dinas Wali Kota Blitar ini terlepas dari kaitan politik serta konflik kebijakan. Menurut anggota DPR RI tersebut, sejauh ini Wali Kota Blitar Santoso tidak memiliki musuh politik dan selalu dekat dengan rakyat.
Anggota DPR RI tersebut tersebut beranggapan bahwa potensi konflik antara Wali Kota Blitar dengan pemangku kebijakan yang lain relatif kecil. Sehingga minim kemungkinan kasus perampokan ini berlatar belakang Politik.
“Pak Wali Kota ini kader PDIP yang selalu dekat dengan rakyat sehingga potensi konflik naik dengan rakyat maupun pemangku kebijakan yang lain terbilang minim” jelas Arteria.
Arteria Dahlan pun meminta agar polisi segera mengusut tuntas, kasus perampokan dan penyekapan Wali Kota Blitar Santoso bersama Istrinya Fetty Wulandari. Hal itu demi menghindarkan terjadinya perkembangannya opini publik mengenai penyebab perampokan dan penyekapan terhadap Wali Kota Blitar Santoso dan istri. [owi/beq]






