London (beritajatim.com) – Kemenangan 2-0 atas Brentford Kamis dini hari (4/12/2025) membuat Arsenal nyaman di pucuk klasemen Premier League dengan 33 poin dari 14 matchweek. Mereka unggul 5 poin dari runner-up Manchester City.
Dengan lima matchweek tersisa sebelum paro kedua, artinya Arsenal hanya butuh empat kemenangan lagi untuk jadi juara paro musim. Lima matchweek tersebut bakal dimainkan sebelum pergantian tahun. Yakni vs Aston Villa (6/12/2025), vs Wolverhampton Wanderers (16/12/2025), Everton (21/12/2025), vs Brighton Hove Albion (27/12/2025), dan Aston Villa (31/12/2025).
Di antara lima matchweek tersebut, Arsenal masih harus menjalani dua laga lainnya bulan ini. Yakni kontra Club Brugge di matchday keenam Liga Champions (11/12/2025) dan perempat final Piala Liga vs Crystal Palace (24/12/2025). Dengan termasuk laga kontra Brentford, maka Arsenal akan menjalani 8 laga bulan ini atau 28 hari. Jika dirata-rata, Arsenal berlaga tiap 3,5 hari.
“Jadwal kami sangat padat. Para pemain bukan robot. Tetapi, kami yakin bisa melaluinya dengan hasil baik,” ujar tactician Arsenal Mikel Arteta dilansir laman resmi klub.
Tetapi, predikat juara paro musim bukan hal baru bagi Arteta. Tiga musim lalu, dia sukses membawa Arsenal juara paro musim. Tetapi, di akhir musim kalah dari Manchester City dalam perburuan gelar.
Hanya, label juara paro musim justru bukan pertanda baik bagi Arsenal untuk juara. Sejak era Premier League, tercatat Arsenal juara paro musim sebanyak lima kali. Rinciannya musim 2022–2023, 2015–2016, 2013–2014, 2002–2003, dan 1996–1997. Tetapi, tidak ada yang berujung jadi juara di akhir musim.
Justru ketika jadi juara pada musim 2003–2004, 2001–2002, dan 1997–1998 Arsenal melaluinya tanpa predikat juara paro musim. Kala itu, mereka justru jadi runner-up untuk 2003–2004 dan 2001–2004 serta posisi keenam di musim 1997–1998 saat paro musim. (dio)






