Blitar (beritajatim.com) – Aspirasi para orang tua siswa di pelosok Kabupaten Blitar untuk mendapatkan fasilitas transportasi gratis bagi anak-anak mereka masih menghadapi berbagai kendala. Keterbatasan armada bus sekolah menjadi persoalan utama yang diakui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar.
Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, menyebut jumlah armada yang tersedia saat ini masih jauh dari ideal untuk menjangkau kebutuhan siswa di 22 kecamatan.
“Secara teknis, jalur Doko–Kesamben itu minimal membutuhkan tiga armada agar pelayanan optimal. Saat ini baru ada satu, jadi jelas masih belum cukup,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Saat ini, total armada bus sekolah yang beroperasi berjumlah 12 unit. Namun, hanya 4 unit yang merupakan milik Pemerintah Kabupaten Blitar, sementara 8 unit lainnya merupakan kendaraan sewaan dari pihak swasta.
Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus mencari solusi alternatif, salah satunya dengan mengajukan bantuan tambahan armada ke Kementerian Perhubungan.
Tahun ini, Dishub Kabupaten Blitar mengajukan empat unit armada tambahan. Rinciannya terdiri dari dua unit bus mini tipe ELF long dan dua unit bus mikro.
Langkah tersebut diambil untuk memanfaatkan program nasional Kemenhub yang menyediakan 200 unit bus kecil. Kuota tersebut dibagi menjadi 100 unit untuk daerah yang telah memiliki sistem “Sekolah Rakyat” dan 100 unit untuk wilayah lainnya.
Puguh menegaskan bahwa penambahan armada bus sekolah sangat krusial, tidak hanya untuk menunjang mobilitas siswa, tetapi juga untuk menekan risiko kecelakaan pelajar serta meringankan beban ekonomi orang tua.
“Kami bergerak perlahan namun pasti. Penambahan armada ini krusial agar perjalanan siswa di seluruh kecamatan bisa terakomodir,” tambahnya.
Dengan adanya tambahan armada dari pemerintah pusat, diharapkan kesenjangan layanan transportasi sekolah antara wilayah perkotaan dan pelosok di Kabupaten Blitar dapat segera teratasi. [owi/beq]






