Malang(beritajatim.com) – Aremania menganggap pencopotan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat buntut tragedi Kanjuruhan sudah tepat. Di luar sosok personal Ferli yang baik, sebagai bentuk pertanggung jawaban kapolres harus mundur dan dicopot dari jabatanya.
“Pencopotan Kapolres sudah tepat kenapa sudah tepat. Satu sebelum pertandingan sudah dilaksanakan rapat koordinasi sebanyak tiga kali itu membahas bagaimana prosedur keamanan,” kata salah satu Aremania, Dadang Indarto, Senin, (3/10/2022).
Dadang mengungkapkan, bahwa rapat koordinasi sudah disepakati agar dalam laga Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang tanpa kekerasan. Tetapi tindakan polisi dinilai berlebihan dan kejam karena menembak gas air mata ke tribun.
“Bagaimana cara mengamankan pertandingan dan di dalam rakor sudah ada kesepakatan. Apapun yang terjadi tidak akan ada kekerasan aparat kepada suporter. Begitu pula suporter kepada suporter atau suporter kepada aparat,” imbuh Dadang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Dadang saat kejadian berada di tribun 12 tempat dimana tembakan gas air mata di tembakan langsung ke arah tribun. Gas air mata ditembakan sialnya lagi pintu di sepanjang tribun 10 hingga 13 ditutup. Suporter tidak bisa keluar terjebak dalam tribun dengan gas air mata yang membuat mata pedih.
“Yang kita heran waktu itu Brimob menembakkan gas air mata mengapa?. Kendalinya semua ada di Kapolres. Tindakan seperti ini tidak dibenarkan. Kenapa terjadi seperti ini. Apa tidak bisa menerapkan SOP atau membriefing kepada petugas Polres yang ditugaskan pada pertandingan tersebut,” ujar Dadang.
Aremania menilai usut tuntas tidak cukup hanya dengan pencopotan Kapolres Malang dan 9 anggota Brimob. Aremania juga menuntut Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta harus dicopot karena satuan Brimob berada dalam kendali Polda Jatim.
“Pencopotan sudah tepat. Termasuk pencopotan pada komandan Brimob semua pamen. Kita menunggu gongnya Kapolda harus dicopot juga beliau yang harus bertanggung jawab tentang hal ini,” tandasnya. (luc/kun)






