Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, Sigit Priyono menyampaikan terima kasih sekaligus mengapresiasi jajaran pengurus maupun para relawan atas yang bekerja keras mensukseskan program Branch Organizational Capacity Assesment (BOCA) 2022.
Program BOCA yang digagas PMI Provinsi Jawa Timur, digelar selama tiga hari di Markas PMI Pamekasan, Jl Raya Panglegur KM 3,5 Pamekasan, Senin hingga Rabu (13-15/6/2022). Dipandu tiga fasilitator dari PMI Provinsi Jawa Timur, yakni Ahmad Rifa’i, Putri Eka Sari, dan Sri Kuswati, serta satu fasilitator dari PMI Bojonegoro, Wahyu Theo Alfian.
“Apresisasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada rekan-rekan pengurus maupun para relawan yang ikut serta mensukseskan program BOCA dalam tiga hari terakhir, terima kasih juga kepada para fasilitator yang sudah memberikan berbagai masukan konstruktif bagi kami,” kata Sigit Priyono.
Terlebih pihaknya juga sangat berharap agar instansi yang dipimpinnya bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Melalui program ini, tentunya kami sangat berharap bisa mendapatkan hasil terbaik, sekaligus mendapat beberapa rekomendasi sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan sektor pelayanan kedepan,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pmi-Pamekasan”]
“Dengan kegiatan ini, kami sangat bersyukur karena mendapat kepercayaan yang tinggi untuk mengukur kapasitas dan kinerja organisasi, menilai kekuatan dan kelemahan organisasi, menyepakati prioritas pengembangan organisasi, serta merumuskan rencana operasional memperkuat dan mempertahankan kapasitas pelayanan,” sambung Pak Sigit.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sangat berharap program BOCA nantinya dapat menjadi spirit sekaligus dapat mengilhami PMI Pamekasan, guna meningkatkan kinerja dalam upaya perbaikan untuk lebih memahami biang-bidang yang membutuhkan perhatian, serta menjadikan program tersebut sebagai momentum bersama memecahkan permasalahan yang muncul,” jelasnya.
Bahkan pihaknya menilai program tersebut dapat menjadi momentum tepat bagi PMI untuk kembali menilik rencana operasional organisasi secara keseluruhan. “Sehingga dengan kegiatan ini, nantinya kita dapat menentukan arah strategis melalui pengumpulan dan pemilahan semua rencana pengembangan organisasi kedepan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, PMI Pamekasan mendapatkn predikat dengan kapasitas di atas rata-rata atau di atas 50 persen aturan organisasi tata kelola naskah, tata kepegawaian dan lainnya. Bahkan untuk relawan juga mendapatkan hasil yang bagus dengan pelayanan di atas angka 70 persen.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pmi-pamekasan”]
Sementara program BOCA beetujuan menilai kapasitas dan kinerja organisasi, menilai kekuatan dan kelemahan organisasi, serta menyepakati prioritas pengembangan organisasi sesuai matrik penskoran, meliputi 5 (lima) kapasitas inti dan 34 topik penilaian.
Lima kapasitas inti meliputi kapasitas untuk eksis, kapasitas untuk mengelola, kapasitas untuk berelasi dan mobilisasi, kapasitas untuk berkinerja, serta kapasitas untuk bertumbuh.
Sedangkan 34 topik yang dinilai, meliputi tujuh prinsip dasar Gerakan, Lambang, Keanggotaan, Musyawarah Cabang, Pengurus Cabang, Perencanaan Cabang, Otonomi, Keselamatan dan keamanan, Manajemen staf, Perekrutan relawan, Pengakuan dan Retensi relawan, Pencatatan data relawan, Keterlibatan pemuda, Keberagaman, Infrastruktur, Manajemen keuangan.
Selanjutnya, Penganggaran dan efisiensi biaya, Sistem informasi keuangan dan pelaporan, Manajemen pencatatan, Logistik, Identifikasi kegiatan, Perencanaan dan evaluasi, Pelaporan, Pembagian informasi dan pengambilan keputusan, Koordinasi Eksternal, Komunikasi Eksternal. [pin/ted]






