Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengapresiasi keputusan Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) yang mencabut pembekuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pembekuan BEM sebelumnya terjadi akibat aksi karangan bunga satire yang ditujukan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang sempat viral di media sosial.
Deni menilai bahwa reaksi keras yang berujung pada pembekuan BEM tidak seharusnya terjadi di lingkungan akademik. Ia menegaskan kebebasan berpendapat adalah hak yang harus dijamin di kampus, terutama dalam rangka menciptakan ruang diskusi yang sehat bagi mahasiswa.
“Kadang memang perlu viral dan diperhatikan untuk bisa mendapatkan hasil. Kebebasan berpendapat harus tetap dihargai,” ujar Deni, yang juga merupakan mantan Presiden BEM FISIP Unair.
Ia mengingatkan bahwa institusi pendidikan tinggi seharusnya menjadi ruang yang mendukung dan melindungi kebebasan akademik serta kebebasan berpendapat mahasiswa. Menurutnya, tindakan represif seperti pembekuan organisasi mahasiswa justru bertentangan dengan semangat intelektualitas yang dijunjung tinggi oleh universitas.
Deni berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak mengulang tindakan serupa di masa mendatang. “Jangan lagi ada langkah-langkah represif, khususnya dari pihak yang seharusnya menjunjung tinggi intelektualitas di kampus,” tegasnya.
Sebagai seorang legislator, Deni menekankan bahwa kampus harus menjadi “kawah candradimuka” bagi para aktivis dan intelektual muda yang berkontribusi dalam menciptakan perubahan sosial. Ia menilai dukungan alumni dan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menjaga kewarasan intelektual di kampus.
Deni berharap kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan alumni terus berjalan untuk mewujudkan lingkungan akademik yang kritis dan bebas berekspresi.
“Terima kasih untuk dukungan dan kebersamaan semua elemen (khususnya alumni FISIP dan Unair) yang terus memberikan perhatian bagi kewarasan intelektual, khususnya di lingkungan kampus,” pungkasnya. [asg/beq]






