Jember (beritajatim.com) – Sepak bola putra dan putri bukan cabang olahraga unggulan Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX, di Malang Raya, Juni-Juli 2025.
Bahkan tim sepak bola Jember bukan bagian dari kontingen yang akan diberangkatkan resmi dengan biaya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Padahal tim sepak bola Jember pernah meraih medali emas dalam Porprov VII 2022.
“Sepak bola ini cabor seksi dan populer. Kita harus akui. Kita sudah agendakan (untuk memberangkatkan tim sepak bola dengan biaya APBD), jika tidak ada efisiensi anggaran,” kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Jember Sutikno, Minggu (27/4/2025).
Awalnya, KONI menyediakan kuota untuk 70 atlet sepak bola, futsal, basket, dan catur yang hendak bertanding dalam babak prakualifikasi. “Kalau dengan kuota 70 atlet itu, sebenarnya cabor sepak bola aman,” kata Sutikno.
“Berhubung ada efisiensi, akhirnya cabor sepak bola tidak terkover. Yang terkover hanya basket, catur, dan futsal,” kata Sutikno. APBD hanya membiayai 50 atlet dalam prakualifikasi tiga cabor tersebut.
Tiga cabor itu lebih diproritaskan daripada sepak bola karena lebih berpeluang meraih medali. KONI berpatokan pada hasil Porprov VIII 2023 di Sidoarjo. Saat itu, catur mendulang 1 medali emas, 1 perak, 1 perunggu. Bola basket merebut satu medali perak dan futsal meraih satu medali perunggu.
Sementara itu setelah meraih medali emas dalam Porprov 2022, tim sepak bola Jember terpuruk dalam Porprov 2023. Mereka enjadi juara kunci Grup D.
Setelah kalah 2-4 dari Kabupaten Trenggalek, Jember sempat bangkit dengan mengalahkan Lamongan 2-0. Namun dalam pertandingan terakhir menghadapi Tulungagung, Jember kalah 0-1.
“Kami akhirnya mau tidak mau dengan berat hati, cabor beregu termasuk sepak bola, tidak kami berangkatkan,” kata Sutikno.
KONI Jember akan memberangkatkan 252 orang atlet dari 35 cabor ke Malang Raya dengan biaya APBD.
“Bagi yang tidak terkover APBD, kami beri kesempatan. Yang siap mandiri monggo. Tapi kalau tidak siap mandiri, kami tidak memaksa. Termasuk cabor sepak bola ini. Kalau siap mandiri, tetap bisa eksis,” kata Sutikno.
KONI Jember belum tahu apakah Askab PSSI Jember akan memberangkatkan tim ke Malang Raya. “Tanggal 29 April 2025 masih long list atlet yang akan diberangkatkan. Kita baru tahu pada 15 Mei 2025,” kata Sutikno.
Selama ini, Askab PSSI Jember memang terbiasa mandiri tanpa bantuan APBD Jember. “Perkembangan sepak bola di Jember sebetulnya luar biasa dinamis. Kepengurusan Askab PSSI Jember 2021-2025 juga sudah luar biasa. Kita tahu mereka kemarin mandiri,” kata Sutikno.
Namun kendati tidak dibiayai APBD Jember, Askab PSSI Jember 2021-2025 bisa menggelar Piala Soeratin U13 dan U15 serta beberapa turnamen. “Artinya, mereka mampu menggerakkan roda organisasi meskipun mandiri,” kata Sutikno. [wir]






