Surabaya (beritajatim.com)- Makanan ini sering menjadi perdebatan karena keduanya merupakan kue yang digoreng berbentuk bulat yang manis, bomboloni dan donat jadul sering dianggap mirip. Namun, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kedua makanan ini memiliki perbedaan signifikan dalam hal asal-usul, tekstur, bahan pembuatan, dan metode penyajian, yang membuatnya unik.
Sejarah dan Asal Mula
Donat khas Italia, yang telah ada sejak abad ke-19, adalah bomboloni, yang berasal dari Tuscany. Nama Italia “bomboloni” berasal dari kata Italia “bomba”, yang berarti “bom”, karena bentuknya yang bulat dan gembung seperti bom kecil. Bomboloni awalnya dibuat hanya sebagai roti goreng sederhana. Namun, seiring waktu, mereka menjadi lebih kaya dan menggoda dengan menambahkan berbagai isi seperti krim vanila, cokelat, atau selai buah.
Sementara itu, donat Indonesia jadul berasal dari pengaruh donat ala Barat yang sudah lama dikenal, terutama yang berbentuk cincin dengan lubang di tengahnya. Sejarah donat modern dimulai di Belanda, di mana bentuk awal donat (olykoeks), yang berbentuk bola tanpa lubang, digoreng dan diberi isian untuk mengatasi bagian tengah yang sulit matang. Seorang pelaut Amerika pada tahun 1800-an membuat lubang di tengah donat modern untuk memastikan bahwa donat matang secara merata saat digoreng.
Bentuk dan Tekstur
Bentuk dan tekstur mereka sangat berbeda. Biasanya berbentuk bulat tanpa lubang di tengah dan dipenuhi dengan berbagai macam krim atau selai manis, bomboloni memiliki tekstur yang lembut, empuk, dan sedikit kenyal karena adonannya yang banyak mengandung telur dan mentega, serta kadang-kadang menggunakan penambah roti untuk membuatnya terlihat seperti roti yang digoreng dengan tekstur lembut.
Meskipun donat jadul biasanya berbentuk cincin dengan lubang di tengahnya atau bulat tanpa lubang, mereka biasanya lebih padat dan sedikit lebih kempes daripada bomboloni. Donat lebih sederhana dari sisi isi karena biasanya hanya memiliki topping gula halus, meses, atau glasur di luarnya tanpa isi di dalamnya. Adonan donat juga diproofing (fermentasi) lebih cepat dibandingkan bomboloni, sehingga teksturnya berbeda.
Cara Penyajian dan Variasi
Bomboloni biasanya disajikan dengan isian krim atau selai di tengahnya, lalu ditaburi gula halus yang memberikan rasa manis yang lembut. Variasi isinya bisa beragam, mulai dari custard, cokelat leleh, hingga selai buah, membuat setiap gigitan bomboloni memiliki rasa yang unik.
Donat jadul lebih mudah dan praktis, dan sering ditemukan di pasar tradisional dan toko kecil dengan topping di luarnya. Donat gula, donat meses, dan donat glasur adalah jenis donat yang umum yang berfokus pada rasa dan tekstur adonan yang manis dan gurih dan tidak memiliki isi di dalamnya.
Meski bomboloni dan donat lama sama-sama merupakan kue goreng berbentuk bulat yang manis, keduanya jelas berbeda dari segi sejarah, asal-usul, bentuk, tekstur, dan cara penyajiannya.[Imelda Faizza]






