Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan ini, istilah Law of Attraction tengah berseliweran di sosial media. Banyak orang yang percaya bahwa filosofi ini bisa membawa hidup pada suatu perubahan, yang mana bergantung pada pikiran seperti apa ditanamkan pada diri sendiri.
Istilah Law of Attraction (LoA) atau hukum ketertarikan pertama kali diperkenalkan dalam buku “The Secret Doctrine” oleh Helena Petrovna Blavatsky di abad ke-19. Buku tersebut mengatakan jika setiap orang memiliki kekuatan untuk mewujudkan mimpi masing – masing dengan pikirannya. Hukum ini kemudian semakin dikenal sejak film dokumenter The Secret rilis pada tahun 2006 silam.
Ini artinya, LoA mengajarkan seseorang bahwa apa yang kalian pikiran maka hal tersebut yang akan terjadi pada hidup kalian. Itulah mengapa memiliki pikiran yang positif sangat lah penting, agar memberi dampak yang positif pula di dunia nyata. Begitu pula sebaliknya, pikiran negatif juga akan membawa pengaruh buruk pada hidup.
Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa pikiran merupakan bentuk energi yang bisa menarik apapun di kehidupan, entah itu tentang kesehatan, keuangan, pekerjaan, atau dalam hubungan.
Sama halnya ketika kita mempercayai teori tentang gaya gravitasi. Kita mungkin tak bisa melihat wujudnya, namun nyatanya teori tersebut benar adanya. Itulah yang dimaksud dengan Law of Attraction, hukum tarik menarik yang tidak terlihat wujudnya tetapi ada dan dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan kita.
Misalnya ketika kalian ingin menyelesaikan perkuliahan dalam waktu lebih cepat, maka kalian harus tanamkan pikiran jika kalian bisa melakukannya, keyakinan dan percaya diri adalah kunci utama. Jika perlu, bayangkan kalian benar – benar akan lulus dalam waktu yang kalian inginkan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
Meski begitu, keyakinan akan berujung sia – sia apabila kalian tidak berusaha. Atur strategi sebaik mungkin dan tuliskan langkah – langkah yang harus dilakukan untuk mencapai goals tersebut.
Pada dasarnya, LoA adalah sebuah dorongan yang akan memotivasi, bukan berarti keajaiban akan datang begitu saja dan merubah kehidupan kalian. Memikirkan secara terus menerus apa yang kita inginkan akan menstimulasi otak untuk bekerja mencari solusi dan aksi dalam mencapai tujuan.
Hukum ketertarikan ini pun tidak memiliki bukti ilmiah untuk diklaim. Jadi kembali lagi, tergantung dengan pikiran dan keyakinan dari masing – masing orang. Bagaimana dengan kalian, apakah kalian juga mempercayainya? (mnd/ian)






