Surabaya (beritajatim.com) – Istilah playing victim mungkin sudah sering beredar di masyarakat. Baik di kehidupan nyata maupun dunia maya.
Playing victim merupakan hal yang ditunjukkan bagi sebuah sikap yang dilakukan seseorang saat dia berusaha melimpahkan kesalahannya sendiri kepada orang lain.
Bahkan dia malah menempatkan atau memposisikan dirinya sebagai korban. Padahal, faktanya dia merupakan pelaku dalam sebuah tindakan buruk.
Berikut ciri-ciri dari perilaku playing victim dapat dikenali dengan beberapa hal berikut ini.
Fokusnya ke masalah, bukan pada solusi
Para pelaku biasanya hanya fokus pada masalah saja. Mereka merasa kalau masalah yang mereka hadapi itu besar.
Tapi, mereka tidak mau repot untuk mencari solusinya dan cuma meratapi nasib. Harus diketahui bahwa masalah jika tidak dicari solusinya tentu tidak akan selesai dengan sendirinya.
Merasa dirinya paling menyedihkan
Ketika mereka sedang terkena sebuah masalah, biasanya bakal merasa kalau mereka adalah manusia paling menyedihkan juga paling malang nasibnya.
Mereka juga akan merasa jika dunia telah begitu jahat pada dirinya. Padahal sebenarnya tidak begitu adanya.
Suka melepaskan tanggung jawab
Hal yang paling menyebalkan yaitu ketika mereka melepaskan tanggung jawab. Padahal, masalah yang muncul itu adalah salah mereka sendiri. Namun, mereka justru menghindar bukan malah menyelesaikan.
Hobi menyalahkan orang lain
Seseorang yang playing victim biasanya suka menyalahkan orang lain atas semua masalah yang menimpa mereka.
Alih-alih melakukan introspeksi diri dari mereka justru tidak mau disalahkan dan hanya menganggap dirinya sebagai korban.
Bersikap seperti anak kecil
Para pelaku playing victim itu biasanya bertingkah seperti anak kecil. Mudah ngambek, tidak bisa mengerti posisi orang lain karena egois, dan paling anti dengan yang namanya minta maaf.
Sementara itu ada banyak cara untuk menghadapi perilaku ini. Pertama, kamu bisa menjaga jarak aman dengan dia.
Kedua, jangan beri mereka perhatian lebih alias ambil cuek saja. Ketiga, bantu untuk solusi yang gampang untuk dia lakukan.
Keempat, beri tahu kesalahannya secara langsung. Kelima, ingatkan juga sikapnya yang mengganggu orang lain termasuk kamu. dan keenam, tenang, jangan sampai kebawa kamu terbawa drama yang dibuatnya. (dan)






