Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu prinsip dunia yang bekerja di hampir segala sisi kehidupan adalah sebab-akibat. Sebuah keputusan selalu menanggung konsekuensi, dan mengakibatkan terjadinya hal yang lain sebagai dampak. Prinsip ini bekerja secara terus menerus, simultan, dan kadang tak terprediksi.
Majunya teknologi kesehatan misalnya, berdampak pada berkurangnya jumlah kematian manusia. Ia memberikan manfaat pada ketahanan hidup masyarakat yang semakin lebih baik. Namun, di sisi lain, ia juga menyebabkan terjadinya overpopulasi.
Teknologi kesehatan yang semakin baik juga meningkatkan potensi ibu melahirkan bisa selamat bersama bayinya semakin tinggi, sehingga menambah jumlah populasi manusia. Tentu kita tidak hendak berfokus pada dampak-dampak negatif. Sebab, mau tidak mau, mempertahankan kehidupan adalah salah satu hal terpenting di dunia.
Overpopulasi sendiri merupakan kondisi yang tidak diinginkan dimana jumlah populasi manusia yang ada melebihi daya dukung bumi yang sebenarnya. Dalam lima puluh tahun terakhir atau lebih, pertumbuhan penduduk telah mengalami kemajuan pesat dan telah berubah menjadi kelebihan penduduk.
Dalam sejarah manusia, tingkat kelahiran dan kematian selalu mampu menyeimbangkan satu sama lain dan mempertahankan tingkat pertumbuhan populasi yang berkelanjutan. Sejak saat Wabah Bubonic pada tahun 1400-an, pertumbuhan populasi terus meningkat. Antara waktu wabah dan abad ke-21, telah terjadi ratusan dan ribuan perang, bencana alam, dan bahaya buatan manusia.
Negara-negara berkembang menghadapi masalah kelebihan populasi lebih dari negara-negara maju. Ketika kita berbicara tentang kelebihan populasi, pertama-tama kita harus mencoba memahami penyebab yang mendasarinya.
Penurunan Angka Kematian
Akar dari kelebihan penduduk adalah perbedaan antara tingkat kelahiran secara keseluruhan dan tingkat kematian dalam populasi. Jika jumlah anak yang lahir setiap tahun sama dengan jumlah orang dewasa yang meninggal, maka jumlah penduduk akan stabil. Berbicara tentang kelebihan penduduk menunjukkan bahwa meskipun ada banyak faktor yang dapat meningkatkan angka kematian untuk waktu yang singkat.
Kemajuan Pertanian
Revolusi teknologi dan ledakan populasi terjadi secara bersamaan. Ada tiga revolusi teknologi besar. Mereka adalah revolusi pembuatan alat, revolusi pertanian, dan revolusi industri. Kemajuan pertanian di abad ke-20 telah memungkinkan manusia untuk meningkatkan produksi pangan menggunakan pupuk, herbisida, dan pestisida dan hasil lebih lanjut. Ini memungkinkan manusia dengan lebih banyak akses ke makanan yang mengarah ke ledakan populasi berikutnya.
Solusi yang diberikan peneliti Untuk mengatasi Overpopulasi, yaitu :
Pendidikan yang Lebih Baik
Salah satu langkah pertama adalah menerapkan kebijakan yang mencerminkan perubahan sosial. Mendidik massa atau masyarakat dapat membantu mereka memahami kebutuhan untuk memiliki satu atau dua anak paling banyak. Demikian pula, pendidikan memainkan peran penting dalam memahami teknologi terbaru yang membuat gelombang besar di dunia komputasi.
Keluarga yang menghadapi kehidupan yang sulit dan memilih untuk memiliki empat atau lima anak harus berkecil hati. Keluarga berencana dan pengendalian kelahiran yang efisien dapat membantu wanita membuat pilihan reproduksi mereka sendiri. Dialog terbuka tentang aborsi dan sterilisasi sukarela harus dilihat ketika berbicara tentang kelebihan penduduk. (rad/tur)






