Surabaya (beritajatim.com) – Anda mungkin pernah mendengar istilah Highly Sensitive Person. Highly Sensitive Person merupakan sifat ketika seseorang punya tingkat kepekaan yang lebih pada kondisi sekitar.
Istilah ini sering kali dikaitkan dengan kondisi gangguan mental seseorang, padahal istilah ini digunakan untuk menggambarkan tipe kepribadian tertentu.
Kepribadian ini memiliki beberapa ciri yang cukup spesifik. Hal itu tidak selalu berarti negatif. Biasanya kepribadian ini selalu berhati-hati saat hendak mengambil keputusan. Selain itu kepribadian ini juga memiliki rasa empati yang tinggi.
Ketiga, sering merasa tidak nyaman saat di kerumunan dan sensitif pada tanda-tanda penolakan. Selanjutnya, punya banyak perasaan sama berbagai hal, tapi hanya dipendam.
Kepribadian ini juga jadi pendengar yang baik namun hatinya gampang terluka serta punya daya kreatif yang tinggi.
Highly Sensitive Person merupakan istilah bagi orang yang punya kepekaan tingkat tinggi, terutama rangsangan fisik, emosional, dan sosial. Istilah ini pertama kali diciptakan oleh psikolog bernama Elaine Aron dan Arthur Aron pada tahun 1990-an.
Meskipun berbeda, ternyata HSP, introvert, dan empati saling keterkaitan satu sama lain. HSP ini begitu sensitif sama lingkungan sekitar. Sehingga mereka cenderung suka
membantu orang lain dan perhatian pada sama hal-hal kecil.
Namun di samping itu, HSP juga Butuh waktu sendiri demi recharge energi. Bisa buat orang lain merasa nyaman, dan yang paling bisa dikenali yaitu suka alam
dan seni.
Dampak positif dari kepribadian ini yaitu punya pertimbangan matang untuk memproses sesuatu. Mudah untuk menjalin ikatan dengan orang-orang terdekat. Pribadi yang mudah bersyukur.
Sementara itu, dampak Negatif kepribadian ini biasanya punya perasaan mudah lelah alias overwhelmed. Selain itu, mereka juga terlalu takut untuk memulai sesuatu dan juga mudah mengalami overthinking.
Bagi Anda yang mungkin merasa punya kepribadian Highly Sensitive Person, coba beberapa hal ini saat merasa energi terkuras dengan keadaan sekitar. Pertama, melakukan perawatan diri alias self-care. Kedua, belajar dari kesalahan di masa lalu.
Ketiga, pikirkan dengan matang ketika hendak mengambil keputusan. Keempat, batasi diri sesuai kemampuan. Kelima, jalani rutinitas sesuai dengan jadwal harian yang telah dimiliki. Keenam, beraktivitas dekat dengan alam, seperti olahraga atau meditasi. (dan/ian)






