Surabaya (beritajatim.com) – Saat berada di sebuah kelompok diskusi, namun hanya Anda seolah tidak bisa berbuat apa-apa. Selain itu ada ada satu orang di kelompok yang merasa paling sempurna sehingga anggota lain yakin jika apapun yang dilakukannya pasti sudah benar. Padahal belum tentu!
Hal itu harus dipahami karena bisa jadi Anda tengah terjebak dalam fenomena yang dikenal dengan groupthink. Keadaan ini bisa membuat Anda terjebak dan lebih memilih diam agar tidak merusak kekompakan kelompok.
Solidaritas kelompok memang kadang tidak selalu bermakna positif. Fenomena ini lumrah terjadi di kehidupan sehari-hari, bisa berujung Collective Blindness yang membuat kesenangan secara tidak rasional.
Ini jadi masalah mental kolektif yang membuat kelompok jadi tidak peduli pada situasi sebenarnya. Ada beberapa penyebab Groupthink yang harus Anda ketahui agar tidak terjebak.
Pengaruh pemimpin
Bisa jadi hal ini adalah alasan yang kuat karena semua keputusan berakhir di tangan pemimpin kelompok. Pemimpin yang terlalu dominan seolah hendak mengambil peran paling penting dan sentral sehingga ada satu orang atau beberapa orang yang perannya terkesampingkan.
Pengetahuan yang rendah
Faktor pribadi juga berpengaruh pada proses group thinking. Merasa anggota lain lebih berkualitas yang berakhir hanya ikut saja pada pemikiran kelompok. Sebab sudah pesimis dahulu jika menyatakan usul tidak akan diterima atau dipedulikan oleh anggota lain.
Pengarahan
Menempatkan kelompok di bawah tekanan bakal akan membuat dilema moral. Sehingga akan ada satu orang atau beberapa orang yang mengarahkan Anda untuk lebih memilih untuk diam.
Selanjutnya ada beberapa dampak dari groupthink ini. Pertama, pemecahan masalah yang tidak akan efisien. Kedua, membuat anggota kelompok jadi kurang peka pada potensi resiko dari sebuah keputusan. Ketiga, merasa jadi kelompok paling benar.
Agar kelompok Anda terhindar dari groupthink, lakukan beberapa ini. Pertama, beri waktu untuk anggota agar memikirkan idenya masing-masing.
Kedua, melakukan diskusi dengan orang lain agar bisa mendapat perspektif baru. Ketiga, beri motivasi anggota untuk tetap kritis. Keempat, reward jadi faktor penting bagi mereka yang berkontribusi untuk ide-ide baru. (dan/ian)






