Surabaya (beritajatim.com) – Dental dam merupakan salah satu inovasi dalam praktik seksual yang dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap penularan infeksi menular seksual (IMS) selama aktivitas oral. Terbuat dari bahan lateks atau poliuretan yang tipis dan fleksibel, dental dam bertindak sebagai penghalang efektif antara mulut dan area genital atau anus pasangan seksual.
Dalam aspek kesehatan, penggunaan dental dam diakui sebagai langkah preventif yang signifikan. Ini dapat membantu mengurangi risiko penyebaran kuman dan virus dari satu pasangan ke pasangan lainnya selama berbagai jenis aktivitas oral. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa meskipun dental dam dapat mengurangi risiko penularan, tidak menjamin sepenuhnya keamanan dan kemungkinan penularan IMS masih tetap ada.
BACA JUGA:Kesaksian Warga saat Evakuasi Sopir Truk yang Terjun ke Jurang Magetan
Salah satu kekhawatiran terkait dengan penggunaan dental dam adalah potensi reaksi alergi pada individu tertentu terhadap bahan lateks. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan alergi sebelumnya sebelum menggunakannya. Bagi mereka yang memiliki alergi terhadap lateks, pilihan dental dam berbahan poliuretan dapat menjadi alternatif yang lebih aman.
Dental dam dapat diperoleh dengan mudah melalui pembelian online atau di apotek tertentu. Selain itu, ada opsi untuk membuat dental dam sendiri dengan menggunakan kondom eksternal atau internal. Proses pembuatan dental dam sendiri memungkinkan fleksibilitas dan kemampuan untuk menyesuaikan ukuran sesuai kebutuhan.
Penggunaan Dental Dam Harus Benar
Penting untuk diingat bahwa penggunaan dental dam harus dilakukan dengan benar untuk memaksimalkan efektivitasnya. Saat menggunakan dental dam, pastikan untuk menempatkannya dengan rapi di atas area yang akan dijaga selama aktivitas oral. Selain itu, dental dam sebaiknya diganti setiap kali digunakan, dan jangan pernah mencoba menggunakan kembali lembaran yang sudah dipakai.
Seiring dengan keuntungan penggunaan dental dam, ada beberapa hal yang perlu dihindari agar tidak mengurangi efektivitasnya. Salah satu larangan utama adalah penggunaan pelumas berbahan dasar minyak seperti baby oil, losion, petroleum jelly, atau pelumas lainnya, karena dapat merusak bahan lateks atau poliuretan pada dental dam.
Dalam kesimpulannya, penggunaan dental dam adalah langkah proaktif dalam menjaga kesehatan seksual. Meskipun tidak memberikan jaminan penuh, penggunaan dental dam dapat menjadi langkah kecil namun penting untuk mengurangi risiko penularan IMS selama aktivitas oral. (Fyi/Aje)






