Surabaya (beritajatim.com) – Siapa nih yang sering salah dalam membedakan antara perhiasan intan dan berlian? Bahkan tak jarang banyak orang awam yang menganggap jika keduanya adalah satu benda yang sama.
Lantas apa sih perbedaanya? Simak berikut ini.
· Intan
Intan merupakan berlian yang masih murni dan belum mengalami proses pengolahan. Di antara semua jajaran permata, intan memiliki tekstur yang paling keras dan padat.
Batuan intan terjadi karena proses kimiawi di perut bumi, kinerja tenaga endogen yang mempengaruhi gumpalan mineral karbon selama ribuan, bahkan mungkin jutaan, tahun.
Intan menjadi salah satu batuan spesial karena mendispersikan cahaya bak prisma. Sebab intan adalah batu permata yang berkilauan berasal dari karbon murni dalam bentuk Kristal.
Karbon murni memiliki skala kekerasan tertinggi (10 MOHs) dan kemampuannya mendispersikan cahaya. Saking kerasnya, kristal karbon murni ini digunakan sebagai alat pemotong kaca, mata bor pertambangan, jarum gramofon, dan sebagainya.
Perhiasan intan biasanya dipakai untuk gelang, bros, giwang, kalung, cincin, dan masih banyak lainnya.
· Berlian
Sedangkan untuk berlian, adalah perhiasan intan yang sudah diasah hingga indah kemilau cahayanya.
Dengan kata lain, bahwa intan merupakan bahan baku dari berlian yang belum diproses. Intan sendiri masih berupa batu atau kristal kasar yang tersusun dari karbon murni.
Karbon yang terpendam dalam tanah selama ratusan hingga jutaan tahun ini telah mengalami proses kimiawi dan tekanan dari dalam bumi (endogen) sehingga secara alami membentuk kristal yang umumnya menyerupai bentuk prisma.
Lalu kenapa sih berlian memiliki harga beli yang sangat mahal? Hal ini karena, berlian termasuk sumber daya yang tidak banyak ditemukan, dan untuk pemrosesannya butuh waktu relatif lama.
Selain itu, penambangannya tidak bisa dilakukan sembarangan, atau dengan banyak mekanisme, peralatan, serta proses yang memakan risiko tinggi.
Kemudian, dari segi kecantikan berlian memang tidak bisa dipungkiri, sebab berlian memang sangat memukau. Dispersi cahaya sekecil apapun membuat batu perhiasan ini berkilau bahan di tempat paling gelap sekalipun.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kasus”]
· Permata
Sebagian orang masih sering salah dalam menyebut permata sebagai batu mulia, sebab hanya pertama skala tertentu yang dapat disebut sebagai batu mulia.
Misalnya Mohs, merupakan permata yang memiliki nilai tinggi. Lantaran memiliki tekstur keras, lebih berkilau dan memiliki harga sangat mahal.
Untuk penyebutan batu semi mulia, umumnya terletak pada skala seperti amber, aquamarine, amethyst, dan opal. (frs/ian)






