Surabaya (beritajatim.com) – Sejak pagi, antrean mengular di Tunjungan Plaza 3 Surabaya. Ratusan orang berdiri rapi menunggu pintu Convention Center lantai 6 dibuka.
Sebagian datang bersama keluarga, sebagian lain juga sibuk membawa troli. Anak-anak hingga orang dewasa tampak gelisah, sesekali bertanya kepada petugas kapan mereka bisa masuk.
Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya sama, berburu buku di bazar internasional Big Bad Wolf Books (BBW) yang resmi dibuka hari ini, Kamis (29/1/2026).
BBW Surabaya menjadi kota pembuka rangkaian BBW Indonesia 2026. Bazar dijadwalkan digelar hingga 8 Februari, pukul 10.00–22.00 WIB, dengan akses masuk gratis bagi pengunjung.
Agista, pengunjung asal Cilegon, Banten, sengaja terbang ke Surabaya demi hari pertama BBW. Ia mengaku sudah mengikuti bazar ini sejak 2019.
“Hari pertama itu krusial. Buku yang aku cari biasanya cuma ada di awal, besok-besok sudah habis,” ujar Agista.
Dulu ia berburu novel fiksi. Kini fokusnya bergeser. “Sekarang lebih banyak cari buku anak karena sudah punya anak,” katanya.
Agista menyebut harga buku impor menjadi alasan utama tetap setia datang ke BBW. “Kalau di sini harganya jauh lebih miring,” ucapnya.
Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia Marthius Wandi Budianto mengatakan total lima juta buku disiapkan untuk BBW 2026. Di hari pertama Surabaya, baru sekitar 40 persen koleksi yang diturunkan.
“Kami sangat mengapresiasi pengunjung yang sudah antre sejak pagi. Total bukunya cukup untuk semua orang,” kata Marthius.
Ia menambahkan, tahun ini BBW digelar di 14 kota, lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Langkah itu ditujukan memperluas akses masyarakat terhadap buku berkualitas dengan harga terjangkau. [ipl/but]






