Lamongan (beritajatim.com) – Sebagai upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi, Pemprov Jatim mengajukan kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk wilayah utara Jawa Timur. Program itu diajukan kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
Atas pengajuan tersebut, BNPB langsung memberikan respon cepat. Apalagi, Jatim saat ini telah ditetapkan sebagai wilayah yang berstatus Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, ditandai dengan adanya SK Gubernur Jatim nomor 188/770/KPTS/ 013/2022.
Selain itu, bencana hidrometeorologi ini diprediksi akan terjadi hingga Februari 2023, akibat dari cuaca ekstrem di Jawa Timur. Oleh karenanya, melalui TMC ini, diharapkan masyarakat di Jatim bisa terhindar dari kerugian dan kerusakan akibat bencana meteorologi, seperti banjir dan longsor. Utamanya pada bulan ini di mana hujan mencapai puncaknya.
Berdasarkan catatan dari beritajatim.com, kegiatan TMC di wilayah utara Jatim ini dilakukan mulai dari kawasan di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Gresik, hingga wilayah Madura, tak terkecuali Lamongan.
Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan Muhammad Muslimin saat dikonfirmasi membenarkan bahwa wilayah pesisir Lamongan menjadi salah satu lokasi penerapan TMC oleh BNPB bersama BPBD Jatim dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Muslimin menjelaskan, penerapan TMC ini dilakukan dengan cara menaburkan bubuk NaCl (garam) di pesisir utara kawasan Jawa Timur termasuk Lamongan, menggunakan pesawat terbang, di lokasi yang dipilih dengan melihat perkembangan cuaca.
[berita-terkait number=”4″ tag=”cuaca-ekstrem”]
Dengan begitu, kata Muslimin, curah hujan diharapkan bisa berkurang dan potensi bencana yang berdampak kepada masyarakat pun bisa dihindari. “TMC dilakukan dengan menaburkan garam menggunakan pesawat terbang,” ujar Muslimin, Jumat sore (6/1/2023).
Secara rinci, Muslimin menuturkan, penaburan garam di lokasi itu dilakukan dengan melihat perkembangan bibit air yang ada di awan. Selain itu, TMC ini juga dilakukan dengan tetap mempertimbangkan arah angin yang mengarah ke timur. “TMC ini bertujuan untuk mencegah dan mengurangi curah hujan saat cuaca ekstrem. Sehingga bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor di daratan yang merugikan masyarakat pun bisa dihindari,” terangnya.
Lebih jauh, Muslimin memaparkan, melalui TMC atau proses modifikasi cuaca ini, hujan akan berlangsung di lautan. Tak cukup itu, TMC ini juga tetap dengan meninjau berbagai pertimbangan, yang salah satunya situasi dan potensi hujan lebat di beberapa wilayah secara harian.
Khusus di Lamongan, Muslimin menegaskan, pihaknya telah menyiagakan agen bencana dan para relawan untuk setiap saat bisa diterjunkan bila dirasa perlu. Bahkan, untuk mengantisipasi cuaca buruk di Lamongan, BPBD Lamongan sejak beberapa waktu lalu telah membuka posko yang siap selama 24 jam penuh.
“Untuk wilayah pesisir Lamongan ini sudah berlangsung 2 kali ini dalam sepekan ini. Kepada instansi terkait dan masyarakat, kami memohon agar bisa segera melapor ke kami jika dirasa ada penanganan yang urgen,” tandasnya.

Sebagai informasi tambahan, sebelumnya Pengajuan TMC ini disampaikan Pemprov melalui surat nomor 360/2861/208.3/2022 tertanggal 30 Desember 2022 yang ditandatangani oleh Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono.
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono juga turut meninjau pelaksanaan TMC untuk wilayah utara Jatim dengan terbang bersama Pesawat TNI-AU, pada Kamis (5/1/2023). Selain mengunjungi Posko TMC di area Apron Skadron Udara 4 Lanud Abdul Rachman Saleh Malang, Sekdaprov Adhy Karyono juga menyaksikan langsung pelaksanaan TMC dengan menaiki pesawat TNI-AU, berjenis C-212 bernomor A-2103.
Turut terbang juga dalam kegiatan ini di antaranya Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto SE, M.PSDM, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fiolenta Marpaung PhD, Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Dr Rustian.
Perekayasa Madya Lab. TMC BRIN Jon Arifian, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Jakarta Fachri Radjab, Kepala Bakorwil Malang Drs Budi Santosa, Danlanud Abdul Rachman Saleh Malang Marsekal Pertama TNI Zulfahmi S.Sos dan Korlap Posko TMC Malang, Tukiyat. [riq/suf]






