Banyuwangi (beritajatim.com) – Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2025 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) resmi dibuka. Siswa mulai ramai melakukan pandaftaran ke seluruh sekolah pilihan sesuai jalur yang diperlukan.
Tim informasi SPMB sekaligus Asisten Waka Humas SPMB SMAN 1 Glagah, Lika Muthoharoh mengaku, berbagai tahapan mulai dilakukan salah satunya penginputan berkas untuk masuk dalam sistem.
Berbagai kebutuhan atau berkas yang dibutuhkan meliputi rapor SMP, surat keterangan lulus, akta kelahiran, kartu keluarga (KK), hingga dokumen pendukung lainnya
Namun tak semua siswa atau orang tua siswa memiliki literasi digital yang cukup baik. Mereka takut untuk mengunggah berkas secara mandiri.
“Siswa sebetulnya bisa upload sendiri di rumah, namun kebanyakan tidak berani karena takut titik koordinat meleset dari lokasi sebenarnya,” ujarnya.
Lika mengaku, mengatasi ketakutan calon siswa terkait kekeliruan mengisi form sekolah tersebut dengan menyiagakan tim information technology (IT) yang bertugas membantu calon siswa dan calon orangtua siswa dalam mengunggah berkas-berkas yang diperlukan.
Sebelum pada tahap tersebut, seluruh berkas akan lebih dulu diteliti oleh bagian informasi, dan setelah upload berkas, berkas akan kembali diteliti oleh bagian verifikasi atau validasi.
“Kita akan bantu upload berkas dulu termasuk penitikan lokasi rumah untuk pengambilan PIN. Kalau di sini dipastikan titik rumahnya sudah tepat, merujuk dari KK,” terang Lika.
Namun seluruh proses juga tak berjalan mulus, Lika mengurai bahwa terdapat beberapa orangtua siswa yang harus kembali sebab tak memenuhi persyaratan berkas seperti yang tertera dalam petunjuk teknis yang dikeluarkan Pemprov Jatim.
Lika mengatakan bahwa masih banyak orangtua siswa yang tak membawa surat keterangan lulus bagi anaknya, hal tersebut disebabkan pengumuman kelulusan yang baru dilakukan serentak hari ini.
Banyak pula wali murid yang membawa berkas asli, tidak membawa berkas fotokopi, sementara berkas fotokopi tersebut perlu dikumpulkan sebagai bagian dari tahapan validasi siswa.
“Tim akan mengecek, akan melakukan validasi apakah betul datanya. Bagian validasi harus mengecek sesuai tidaknya data yang diberikan,” jelasnya.
Dan untuk meminimalisir insiden tersebut, Lika mengatakan bahwa pihak sekolah telah masih menginformasikan detail tahap demi tahap pendaftaran hingga berkas-berkas yang diperlukan.
Di antaranya melalui saluran whatsapp khusus SPMB di SMAN 1 Glagah, hingga melalui berbagai media sosial yang dimiliki sekolah tersebut yang dapat diakses dengan sangat mudah.
“Secara masif kami informasikan, harapannya sebelum ke sini, orangtua melengkapi berkas dari rumah,” tandasnya. [alr/but]






