Malang (beritajatim.com) – Aksi bersih bersih sungai dan saluran air bakal digencarkan Kodim 0818/Malang-Batu mencegah bencana hidrometeorologi. Program ini bertujuan menjaga keamanan dan kenyamanan warga dari ancaman banjir bandang hingga tanah longsor.
Kasdim 0818/Malang-Batu, Mayor Czi Supaat mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan “TNI Manunggal Dengan Air”.
Kegiatan bersih-bersih sungai ini sudah dimulai sejak 29 Oktober 2024, dimulai dari Sungai Sukun di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen, dengan membersihkan saluran sungai sepanjang 2.000 meter.
“Ini adalah upaya kita untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, mahasiswa Universitas Islam Negeri Malang, dan stakeholder lainnya,” ujar Supaat, Rabu (13/11/2024) pada beritajatim.com diruang kerjanya.
Supaat menegaskan, seluruh Koramil di wilayah Kabupaten Malang, telah diinstruksikan untuk melakukan aksi bersih-bersih sungai secara rutin setiap bulan, terutama pada minggu keempat. Hal ini untuk mencegah dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor. “Kita berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan dan memahami bahaya yang ditimbulkannya,” tegasnya.
Supaat juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat menjelang musim penghujan. Terutama, tidak membuang sampah ke sungai. Serta tidak melakukan penebangan pohon maupun penggundulan hutan. “Bencana bukan hanya akibat dari alam, tetapi juga ulah manusia. Jangan membuang sampah sembarangan, hindari menebang pohon sembarangan, lakukan penghijauan, dan jaga kelestarian alam,” tegasnya.
Kodim 0818/Malang-Batu akan terus memantau kondisi daerah rawan bencana di wilayahnya. Pemetaan daerah rawan bencana sudah dilakukan. Termasuk mengantisipasi kawasan rawan bencana di sekitar Sumber Berantas, Bumiaji, hingga Ampel Gading Malang Selatan. Aksi preventif ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana yang sering melanda wilayah tersebut. (yog/kun)






