Malang (beritajatim.com) – Less Worry Laundry, layanan laundry premium asal Jakarta yang mengambil langkah nyata dengan menggunakan motor listrik sebagai kendaraan operasional antar jemput cucian. CEO Less Worry Laundry, Moga Handharu, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan jangka panjang.
“Langkah nyata ini menunjukkan bahwa Less Worry serius dalam membangun layanan yang mendukung keramahan lingkungan. Kami percaya bahwa bumi ini bukan hanya milik kita saat ini, tapi juga milik generasi mendatang,” ujar Moga.
Langkah Less Worry Laundry ini sejalan dengan dua dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu SDG 13 Climate Action dan SDG 11 Sustainable Cities and Communities. Kedua tujuan ini menyerukan aksi nyata untuk mengatasi krisis iklim dan membangun kota yang lebih layak huni.
Dengan beralih ke kendaraan listrik, Less Worry mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi karbon. Menurut Moga Handharu, ini adalah bagian dari visi Environmental Sustainability yang tak hanya berdampak positif terhadap kualitas udara, tetapi juga menjadi bukti bahwa bisnis lokal dapat berperan dalam mendukung agenda lingkungan global.
“Ini adalah sinyal kuat bahwa kami memahami tuntutan zaman dan siap beradaptasi dengan perubahan. ESG bukan sekadar tren, melainkan fondasi keberlangsungan bisnis ke depan,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada keberlanjutan lingkungan, Less Worry Laundry juga aktif dalam kegiatan sosial. Pada Viking Cup Jakarta 2025 yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno bulan April lalu, Less Worry dipercaya sebagai vendor resmi yang menangani cucian para peserta turnamen. Dalam dua hari, tim Less Worry mencuci hingga 200 kg pakaian per hari hanya dalam waktu tiga jam.
Keterlibatan ini dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap Social Sustainability, yaitu dengan menyediakan layanan laundry higienis, cepat, dan profesional bagi peserta dari berbagai negara.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bisnis laundry bisa berperan mendukung acara global dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan berstandar tinggi. Tidak hanya aspek lingkungan, tetapi juga aspek sosial dan kesehatan masyarakat,” jelas Moga.
Saat ini, Less Worry Laundry memiliki lima outlet di Jakarta, yaitu di Kemang, Tebet, Duren Tiga, Cipete, dan Lebak Bulus. Dengan layanan cucian ekspres, penjadwalan pengantaran, serta layanan non-clothing seperti cuci karpet, matras, gorden, stroller, car seat, hingga tenda outdoor, perusahaan terus memperluas cakupan dan kualitas layanannya.

Dalam waktu dekat, Less Worry Laundry berencana melakukan ekspansi ke berbagai kota besar di Indonesia. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan melalui operasional laundry yang efisien, cepat, dan ramah lingkungan.
Kesadaran akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan dan praktik bisnis ramah lingkungan terus meningkat, mendorong berbagai pelaku usaha untuk mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi operasional mereka. Salah satunya adalah, Less Worry Laundry, penyedia jasa laundry premium.
Less Worry Laundry melayani kebutuhan cuci satuan maupun kiloan, serta layanan ekspres dan penjadwalan pengambilan cucian. Less Worry Laundry juga menangani berbagai jenis cucian non-pakaian dan menargetkan perluasan bisnis berbasis prinsip ESG ke seluruh Indonesia. (dan/but)






