Ringkasan Berita:
- Anies Baswedan hadiri silaturahmi ulama dan relawan di Jawa Timur
- Acara digelar untuk menjaga soliditas menuju Pilpres 2029
- Anies tekankan pentingnya silaturahmi dan komunikasi berkelanjutan
- Relawan diminta hadir dengan aksi nyata di tengah masyarakat
Sidoarjo (beritajatim.com) – Anies Rasyid Baswedan menghadiri acara Silaturrahmi Kebangsaan Ulama dan Relawan Anies Baswedan Jawa Timur yang digelar oleh Rihlawah Dakwah Jawa Timur di Hotel Neo Waru, Jumat (24/4/2026).
Acara tersebut turut dihadiri sesepuh gerakan perubahan Jawa Timur, Dhimam Abror Djuraid, serta sejumlah ulama, di antaranya KH Yahya Sampang, KH Ja’far Shodiq Pamekasan, KH Muhammad Zaki, Habib Sofie, dan Habib Taufiq Aljufri.
Mengusung tema “Merajut Ukhuwah Menguatkan Peran Ulama dan Relawan Dalam Membangun Peradaban Bangsa”, kegiatan ini digelar sebagai upaya menjaga soliditas tokoh, ulama, relawan, dan pendukung Anies Baswedan dalam menghadapi kontestasi politik 2029.
“Acara Rihlah Dakwah ini digelar untuk menguatkan dan tetap menjaga kesolidan untuk Pak Anies serta menjaga arah perjuangan relawan gerakan perubahan dalam menghadapi Pilpres 2029,” ujar Dhimam Abror.
Dalam sambutannya, Anies mengapresiasi kekompakan dan keguyuban relawan di Jawa Timur. Ia menekankan bahwa silaturahmi dan komunikasi yang terus terjaga menjadi fondasi utama dalam mempertahankan kekuatan barisan.
“Silaturahmi, komunikasi interaksi seperti ini harus tetap dipertahankan. Mulai ulama, tokoh-tokoh masyarakat, relawan dan barisan lainnya harus tetap terjaga selamanya,” kata Anies.
Ia juga mendorong para relawan untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung.
“Banyak masyarakat sekarang yang membutuhkan bantuan. Seperti di desa atau kampung, misalnya membutuhkan jembatan sebagai kebutuhan dasar yang kadang terlupakan. Aksi bersama bantu-bantu nyata seperti ini pasti mendapatkan apresiasi yang baik,” ujarnya.
Menurut Anies, gerakan yang konsisten hadir dan memberi solusi konkret akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perjuangan perubahan.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga membuka sesi dialog interaktif yang diikuti perwakilan daerah dari berbagai wilayah di Jawa Timur sebagai ruang komunikasi dan konsolidasi antarrelawan. [isa/beq]






