Sidoarjo (beritajatim.com) – Mengetahui adanya angka stunting di Sidoarjo mengalami kenaikan 1,3 persen, Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) akan melakukan langkah tegas.
Gus Muhdlor meminta Dinas Kesehatan dan OPD terkait segera melakukan upaya percepatan penurunan stunting. Jika sampai angka stunting itu tak kunjung turun, dirinya berjanji akan bertindak sendiri mengintervensi OPD terkait.
Penegasan bupati itu disampaikan saat memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) di Pendopo Delta Wibawa Kamis (16/2/2023). Kata Gus Muhdlor persoalan stunting tidak boleh dianggap remeh.
“Saya prihatin dengan naiknya kasus tersebut. Sejak dua tahun ini angkanya tidak mengalami penurunan. Bahkan ada peningkatan di tahun 2021 dan 2022,” ucapnya.
Gus Muhdlor meminta ada upaya yang lebih serius lagi bisa segera dilakukan bersama-sama. Tidak hanya Dinas kesehatan saja, semua OPD Sidoarjo diharapkan saling berkoordinasi dan bekerjasama melalui programnya.
Seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB/P3AKB Sidoarjo, bisa berperan. Begitu juga dengan Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) maupun Sub PPKBD, perannya sangat penting bagi upaya percepatan penurunan stunting.
“Stunting ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Dinas Kesehatan, P3AKB juga harus ikut, Puskesmas juga ikut, rumah sakit rumah sakit juga perlu ikut serta PPKBD maupun Sub PPKBD juga harus terlibat,” pintanya menambahkan.

Melihat kenyataan ini, putra KH Agoes Ali Masyhuri itu meminta seluruh instansi yang ada untuk bersinergi. Seluruh OPD juga harus optimis untuk dapat mengubahnya.
“Kenaikan hampir 2 persen ini harus bisa kita selesaikan, kalau masalah kurang koordinasi, kurang komunikasi, kurang sinergitas harus dapat kita hindari,” tukasnya.
Lebih jauh Gus Muhdlor menjelaskan banyak faktor yang berpengaruh pada meningkatnya angka stunting. Tidak hanya masalah gizi saja. Namun juga masalah prilaku hidup bersih dan sehat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Gus-Muhdlor”]
Oleh karenanya edukasi tentang itu perlu disampaikan kepada masyarakat. Semisal edukasi untuk menggunakan air bersih bagi keperluan rumah tangga.
“Semisal minum air yang didalamnya terdapat kandungan Fe (kadar besi) yang cukup tinggi, sehingga ketika ibu hamil meminum air ini maka akan sangat berpengaruh terhadap janinnya,” urainya.
Dalam peringatan HGN ke 63 pagi tadi juga di isi dengan workshop protein hewani cegah stunting. Selain itu juga di isi lomba story telling konsumsi protein hewani, lomba flasmob gerakan gizi seimbang, lomba mewarnai isi piring ku yang diikuti oleh anak-anak TK.
Seperti diberitakan sebelumnya angka kasus stunting di Sidoarjo naik 1,3 persen. Tahun 2021 kasus stunting diangka 14,8 persen kemudian di tahun 2022 kasusnya naik mencapai 16,1 persen. [isa/but]






