Probolinggo (beritajatim.com) – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Probolinggo, Aminah Hadi Zainal Abidin, membuka acara Peningkatan Peran Wanita dalam Penurunan Stunting. Acara ini berlangsung di Puri Manggala Bhakti, kantor Wali Kota Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman. Dalam kesempatan tersebut, istri Wali Kota Probolinggo ini mengajak semua peserta untuk bersama-sama turut berkontribusi dalam menurunkan angka stunting.
Aminah menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita di bawah usia lima tahun. Balita yang mengalami stunting memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang dibandingkan dengan rata-rata balita seumur mereka.
“Stunting pada balita adalah masalah gizi kronis yang diakibatkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi sosial ekonomi, gizi calon ibu atau remaja, gizi selama kehamilan, kesehatan bayi, dan asupan gizi yang kurang. Anak-anak yang mengalami stunting biasanya memiliki postur tubuh yang lebih kecil,” jelas Aminah.
Aminah, yang juga merupakan ibu dari empat anak, menambahkan bahwa balita yang mengalami stunting akan menghadapi kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal di masa depan. Hal ini dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di generasi mendatang.
Data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes, PPKB) Kota Probolinggo menunjukkan bahwa angka stunting di kota ini masih mencapai 23,3 persen, lebih tinggi dari target nasional tahun 2023 yang sebesar 14 persen.
Aminah menekankan pentingnya peran serta dan dukungan dari semua pihak dalam upaya menurunkan angka stunting. Khususnya, perlu adanya intervensi yang langsung ditujukan kepada target yang tepat.
BACA JUGA:
Wakil Bupati Probolinggo Sah Jabat Plt Bupati
Ia mengajak seluruh perempuan dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi dalam mendukung intervensi untuk balita stunting di lima kecamatan yang ada di Kota Probolinggo. Aminah juga mengusulkan agar mereka menjadi ibu asuh untuk balita stunting (usia 1-2 tahun), dengan memberikan makanan tambahan selama 90 hari.
“Saat saya mengunjungi salah satu posyandu, saya terkejut melihat anak-anak yang lucu dan gemuk. Ternyata saat saya tanya apa yang mereka makan, mereka menjawab dengan bangga bahwa mereka makan sayur kelor,” ungkapnya.
“Ibu-ibu, terutama perwakilan dari organisasi wanita seperti Persit, Bhayangkari, Muslimat, Aisyiyah, Fatayat, mari bersama-sama memberikan sosialisasi kepada anggota dan masyarakat sekitar. Saya yakin kita mampu melakukan ini,” tambahnya dengan semangat.
BACA JUGA:
Kirab Budaya di Kota Probolinggo Guna Lestarikan Budaya Bangsa
Ketua Pokja IV TP PKK Kota Probolinggo, Utami Putri Pertiwi, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan balita. Dengan demikian, acara ini bertujuan untuk mencapai komitmen bersama dalam penanggulangan stunting.
Utami juga menekankan bahwa melalui kegiatan ini, peran organisasi wanita akan lebih ditingkatkan dalam mendukung upaya penurunan stunting. “Peran organisasi perempuan akan lebih ditingkatkan untuk mendukung upaya penurunan stunting,” jelasnya. [ada/but]






