Yogyakarta (beritajatim.com) – Angka harapan hidup di Kota Yogyakarta termasuk tertinggi diIndonesia dibandingkan dengan kota/kabupaten lain. Tercatat di akhir tahun lalu angka harapan hidup yakni 74 tahun.
Angka tersebut merupakan prosentase harapan hidup tertinggi se Indonesia. Beberapa kawasan hanya ada yang kisaran rata rata 65 tahun.
Hal ini menyebabkan proporsi penduduk lansia di Kota Yogyakarta sejak memasuki tahun 2022 juga meningkat menjadi 15 persen.
Menurutnya itu adalah hal yang positif karena artinya membawa peningkatan kualitas baik itu dari sisi kesehatan pendidikan, ketersediaan pangan kondisi lingkungan dan lain sebagainya.
Namun kondisi lansia dari ekonomi dan sosial berbeda-beda sehingga ada yang mengalami keterbatasan untuk mengaksesnya.
Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo Selasa (12/9/2023) menuturkan atas prestasi ini Pemkot berupaya meningkatkan dengan terus memperhatikan kesejahteraan dan kenyamanan lansia.
“Untuk mencapai ini dikembangkan Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) 2023 di 3 kelurahan Kota Yogya yakni Kelurahan Gedongkiwo, Baciro dan Purbayan,” bebernya.
LLT sendiri adalah layanan menyeluruh yang berfungsi untuk menghubungkan kebutuhan layanan lansia dengan penyedia layanan yang mencakup layanan kesehatan, sosial, ekonomi yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia.
Layanan berupa yang sudah ada maupun yang sedang dikembangkan oleh penyedia layanan.
Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono menjelaskan pengembangan konsep layanan lansia terintegrasi di 3 kelurahan.
BACA JUGA:
Yogyakarta Darurat Sampah, Tipiring 30 Pembuang Sampah Sembarangan Belum Vonis Maksimal
Adapun pola aktivitas lansia yang telah berlangsung di 3 kelurahan bervariasi yakni di bidang kesehatan, sosial, ekonomi serta edukasi dan kesenian.
Pada bidang kesehatan antara lain skrining kesehatan, posyandu lansia, bidang sosial ekonomi ada aktivitas kunjungan lansia oleh kader, bantuan sosial untuk lansia pelatihan ecoprint khususnya di Baciro.
Dalam bidang edukasi dan kesenian terdapat sekolah lansia khususnya di Purbayan yang merupakan kerja sama dari BKKBN. Terdapat juga penyuluhan kesehatan, pelatihan gamelan di Gedongkiwo.
“Jadi praktik-praktik baik yang sudah ada ini merupakan bagian dari aktivitas yang memang seharusnya dilakukan nantinya oleh layanan lansia terintegrasi. Ini menjadi modal awal yang diharapkan dapat menjadi pengungkit pengembangan layanan dan kolaborasi untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan lansia,” bebernya.
BACA JUGA:
Brand Fesyen Lokal Yogyakarta Farah Button Pilih Ekspansi ke Surabaya
Arah konsep LLT untuk tiga kelurahan akan dikolaborasikan dengan komisi lansia di tingkat kelurahan. Adapun jumlah lansia di ketiga kelurahan tersebut berkisar 83 sampai 112 jiwa di setiap RW.
“Pemilihan tiga lokasi ini sebagai pilot project lanjutan, tidak hanya didasarkan pada jumlah populasi lansia. Tapi juga mempertimbangan kesiapan wilayah seperti sudah adanya berbagai kegiatan maupun pelayanan untuk lansia dan kesehatan lansia,”tutupnya. [aje/but]






