Surabaya (beritajatim.com)- Pada umumnya tumbuhan membutuhkan sinar matahari untuk keberlangsungan hidup. Cahaya matahari berguna dalam proses fotosintesis yang terjadi pada daun tumbuhan. Namun, menariknya ada beberapa tumbuhan yang justru mampu hidup tanpa cahaya sama sekali. Selama ini kita mengena anggrek sebagai tanaman tumbuhan indah di tempat terang dan dekat dengan sinar matahari, tetapi ternyata ada jenis anggrek yang justru hidup tersembunyi di bawah tanah, jauh dari matahari.
Rhizanthella gardneri atau yang dikenal dengan anggrek bawah tanah dari Australia ini di temukan di alam liar Australia Barat, merupakan tumbuhan anggrek yang hidup di dalam tanah. Pertama kali ditemukan pada tahun 1982 oleh seorang ahli botani asal Australia, kini tumbuhan ini disebut sebagai bunga paling langka di dunia karena populasinya yang nyaris punah.
Kepunahan in diakibatkan oleh pergantian iklim, kerusakan habitat, dan bencana alams eperti kebkaran yang perlahan membuat populasi tumbuhan ini semakin menurun drastis. Bahkan, kini jumlahnya di alam liar sangat sedikit. Namun, upaya untuk terus membudidayakan tanaman misterius ini tidak berehenti begitu saja. Para ilmuan Australia terus mencoba melakukan eksperimen terhadap tumbuhan ini untuk menjaga dan mengembalkan populasi agar tidak hilang.
Bunga ini memiliki struktur tubuh yang unik, bebeda dengan jenis anggrek lainnya yang memiliki daun hijau dan akar panjang, Rhizanthella gardneri tumbuh tanpa daun dan akar yang merupakan bagian tubuh paling penting bagi tumbuhan. Meski begitu, tanaman ini dapat tumbuh dengan bantuan jamur dan semak yang tumbuh dipermukaan sebagai perantara menyalurkan nutrisi. Konsep ini mirip dengan pipa bawa tanah alami.
Keberadaan anggrek ini menjadi bukti bahwa keajaban alam masih menyimpan banyak rahasia yang belu diketahui oleh manusia. Di tengah ancaman perubahan iklim dan kerusakan habitat, perjuangan para ilmuan untuk terus menyelamatkan anggrek bawah tanah ini menjadi simbol harapan.
[Erlina Damayanti]






