Ponorogo (beritajatim.com) – Anggota Komisi V DPR RI Sri Wahyuni meresmikan jembatan gantung di Kabupaten Ponorogo. Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Cokromenggalan Kecamatan Kota dengan Desa Cekok Kecamatan Babadan itu merupakan aspirasi dari warga yang dibawa oleh politisi Partai Nasdem tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dengan adanya jembatan gantung, warga sekitar jadi memangkas jarak jika mau ke Desa Cekok atau Kelurahan Cokromenggalan. “Alhamdulillah, hari ini jembatan gantung Cokromenggalan ini sudah diresmikan. Warga sudah bisa lewat,” kata Sri Wahyuni, Senin (20/2/2023).
Dalam kesempatan itu, Sri Wahyuni juga meninjau jembatan secara langsung. Menurutnya, bangunannya bagus dan terlihat kokoh. Saat dilewati pun jika muatannya normal, jembatan tidak goyang.
Dia berharap, setelah diresmikan, jembatan gantung ini bisa bermanfaat untuk masyarakat. Mobilisasi masyarakat sekitar jembatan bisa lancar. Yang tadinya, harus memutar ke desa/kelurahan sebelah, sekarang bisa lebih dekat dengan adanya jembatan tersebut.
[berita-terkait number=”3″ tag=”jembatan-gantung”]
“Dulu waktu tidak ada jembatan, warga harus memutar sampai desa sebelah. Dengan adanya jembatan gantung ini, pastinya bisa bermanfaat,” katanya.
Dia mengungkapkan bahwa setiap tahun dirinya sudah membawa program dari PUPR itu ke Kabupaten Ponorogo. Pada tahun 2020 lalu, jembatan gantun dibangun di Desa Glinggang Kecamatan Sampung.
Kemudian tahun 2021 di Desa Kapuran Kecamatan Babadan. Tahun 2022 ini, yang saat ini diresmikan, dan tahun 2023 ini rencananya akan dibangun di Desa Wonodadi di Kecamatan Ngrayun Ponorogo. “Tahun ini rencananya akan kembali dibangun jembatan gantung di Kecamatan Ngrayun,” pungkasnya.
Sementara itu Nanang Sibro Muchlis, perwakilan dari PUPR yang juga hadir mengungkapkan bahwa bentang jembatan gantung itu sepanjang 42 meter dengan tipe rijit. Dibangun pada tahun lalu dengan target waktu selama 173 hari. “Pembangunan selesai bulan Desember tahun lalu,” pungkasnya. [end/suf]






