Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memperpanjang status tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 Desember 2023. Namun anggaran Pemkab Mojokerto untuk penanganan kekeringan telah habis.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, ada tiga desa di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto mengalami kekurangan air bersih.
“Yakni Desa Kunjorowesi dan Manduromanggunggajah di Kecamatan Ngoro dan Desa Duyung di Kecamatan Trawas. Anggaran penanganan kekeringan yang diterima BPBD selama ini sangat terbatas,” ungkapnya, Sabtu (25/11/2023).
Baca Juga: Pria Telanjang Tewas di Atas Ranjang Hotel Melati di Banyuwangi
Khakim menjelaskan, jika anggaran penanganan kekeringan sudah habis sejak Agustus 2023 lalu. BPBD Kabupaten Mojokerto kemudian memanfaatkan dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 255 juta untuk penanganan dampak kekeringan.
“Namun anggaran tersebut juga sudah habis 26 Oktober lalu sehingga dropping air bersih ke tiga desa terdampak bencana kekeringan di Kabupaten Mojokerto terhenti. BPBD sudah mengajukan usulan tambahan dana BTT untuk suplai air bersih lanjutan sampai musim kemarau berakhir,” katanya.
Namun hal tersebut masih dalam tahap reviuw oleh Inspektorat Kabupaten Mojokerto sehingga belum bisa melakukan dropping air bersih. Saat ini sembari menunggu proses BTT cair, lanjut Khakim, untuk pemenuhan air bersih ke tiga desa tersebut dibantu Pemprov Jatim.
“Dropping air ini bentuk sinergitas pemprov dan pemda. Diharapkan dengan adanya pengiriman bantuan air bersih, dapat meringankan beban warga yang terdampak krisis air bersih. Ada sebanyak 160 tangki air selama 16 hari untuk tiga desa,” jelasnya.
Pengiriman air juga sudah dilakukan sejak tanggal 9 sampai 27 November 2023. Setiap hari dikirim 10 tangki air bersih tiga tangki ke Desa Duyung dan Desa Manduromanggunggajah, serta empat tangki ke Desa Kunjorowesi.
Baca Juga: Yenny Wahid Berdialog dengan Kolega di Lesehan Simpang Dukuh Surabaya
Tiga desa terdampak kekurangan air bersih tersebut yakni Desa Manduromanggunggajah capai sekitar 2.142 warga. Masing-masing tersebar di Dusun Buluresik dengan 1.281 jiwa dari 427 KK dan di Dusun Manggunggajah sebanyak 861 jiwa dari 287 KK.
Desa Kunjorowesi dengan 1.635 warga yang terdampak. Masing-masing tersebar di Dusun Kandangan 1.050 warga dari 350 KK dan Dusun Kunjorowesi 585 warga dari 195 KK. Dan Dusun Dusun, Desa Duyung, Kecamatan Trawas dengan warga yang terdampak 831 jiwa dari 277 KK. [tin/ian]
![Anggaran Penanganan Kekeringan di Mojokerto Habis Warga Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto antrea air bersih beberapa waktu lalu. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/11/VideoCapture_20231125-154241_a7DApe5V1h-1024x576.jpeg)






